PWI JATIM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara agresif melanjutkan program modernisasi armadanya dengan memperluas pengoperasian rangkaian kereta api New Generation, termasuk varian terbaru Stainless Steel New Generation (SSNG). Ekspansi ini ditandai dengan pengoperasian resmi rangkaian SSNG kelas eksekutif pada KA Gajayana relasi Malang-Gambir pulang pergi mulai Sabtu (10/1/2026).
Tidak berhenti di situ, pada Minggu (11/1/2026), perluasan berlanjut dengan pengoperasian rangkaian serupa pada KA Gajayana untuk perjalanan arah sebaliknya serta pada KA Parahyangan relasi Gambir-Bandung pulang pergi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keandalan layanan perjalanan jarak jauh.
“Modernisasi sarana menjadi elemen penting dalam menjaga kualitas layanan. KAI memastikan setiap rangkaian yang dioperasikan memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan pelanggan,” tegas Juru Bicara KAI, Anne Purba, dalam keterangan resmi, Sabtu (10/1).
Dukungan Armada Baru dan Peta Operasi yang Meluas
Ketersediaan armada baru menjadi penopang program ini. Hingga November 2025, KAI telah menerima sebanyak 34 trainset Stainless Steel New Generation produksi PT INKA tahun 2025, yang terdiri dari kereta penumpang, kereta makan, dan kereta pembangkit. Kehadiran sarana baru ini bertujuan memperkuat kapasitas pelayanan dan kesiapan operasional dalam menghadapi tingginya mobilitas masyarakat.
Hingga tanggal 11 Januari 2026, daftar kereta api yang telah dilayani rangkaian New Generation dan SSNG telah mencakup puluhan layanan lintas utama. Rangkaian Eksekutif Stainless Steel New Generation kini telah menghubungkan Gambir dan Bandung dengan berbagai kota besar seperti Surabaya, Solo, Yogyakarta, dan Semarang melalui kereta-kereta flagship seperti Argo Dwipangga, Argo Lawu, Argo Semeru, Taksaka, Turangga, dan kini Gajayana.
Sementara itu, rangkaian campuran Eksekutif dan Ekonomi New Generation serta Ekonomi Stainless Steel New Generation telah memperkuat layanan kereta malam dan siang kelas campuran. Layanan seperti Lodaya, Mataram, Gumarang, Jayabaya, Batavia, dan Bogowonto kini telah ditingkatkan dengan sarana yang lebih modern.
Meningkatkan Pengalaman Perjalanan Nasional
Dengan perluasan ini, KAI menunjukkan komitmennya dalam melakukan pembaruan sarana transportasi kereta api secara bertahap namun masif. Transformasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keandalan operasional tetapi juga mendongkrak pengalaman perjalanan penumpang dari berbagai segmen, mulai dari eksekutif hingga ekonomi.
Keberadaan armada New Generation yang lebih luas diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk beralih menggunakan moda transportasi massal yang lebih ramah lingkungan, sekaligus menjawab tantangan peningkatan permintaan layanan secara nasional. (***)










Leave a Reply