PWI JATIM – Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, bersiap menjadi episentrum baru industri pengolahan mineral nasional. Raksasa smelter aluminium asal Tiongkok, Bosai Mineral Group, secara resmi menyatakan komitmen investasi senilai 1,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 25 triliun untuk membangun fasilitas pengolahan (smelter) di wilayah tersebut.
Wakil Presiden Bosai Mineral Group, Cao Wengi, mengungkapkan ketertarikan perusahaan itu didasari oleh kesiapan infrastruktur kawasan industri dan iklim pemerintahan daerah yang dinilai sangat kondusif. “Kami ingin investasi ini berjalan cepat. Karena itu, dukungan dalam proses perizinan menjadi hal yang sangat kami harapkan,” ujar Cao dalam pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Kamis (15/1/2026).
Langkah strategis Bosai telah dimatangkan dengan menjalin kerja sama pemanfaatan lahan bersama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), yang semakin mengokohkan posisi Pasuruan sebagai calon hub industri aluminium terintegrasi di Jawa Timur.
Efek Berganda dan Lapangan Kerja
Pemerintah daerah menyambut antusias rencana investasi jumbo ini. Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, menekankan bahwa manfaat proyek ini akan melampaui nilai nominal investasinya.
“Ini bukan hanya soal nilai investasinya yang besar, tapi juga efek turunannya (multiplier effect). Lapangan kerja baru akan terbuka, dan itu sangat dibutuhkan masyarakat,” tegas Shobih, Sabtu (17/1/2026).
Shobih menegaskan komitmen Pemkab Pasuruan untuk memberikan pendampingan penuh, mulai dari fasilitasi perizinan sesuai kewenangan daerah hingga penjaminan keamanan dan keberlanjutan operasional proyek. “Kami ingin investasi yang masuk benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi Pasuruan,” pungkasnya.
Penguatan Rantai Pasok Nasional
Kehadiran Bosai Mineral Group di Pasuruan dipandang sebagai langkah strategis yang akan mentransformasi peta industri mineral Indonesia. Investasi ini tidak hanya menambah kapasitas produksi aluminium nasional, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri hilir, meningkatkan nilai tambah ekspor, dan pada akhirnya mendongkrak daya saing manufaktur Indonesia di pasar global.
Jika realisasinya berjalan lancar, smelter Bosai di Pasuruan akan menjadi magnet bagi investasi pendukung (supporting industry) dan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai penyangga utama industri berbasis mineral di Tanah Air. (***)










Leave a Reply