PWI JATIM – Sebanyak 893 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menjadi korban banjir kiriman dari wilayah hulu, Minggu (22/2/2026) malam. Meski genangan air mulai surut, bencana ini meninggalkan kerusakan infrastruktur dan tumpukan lumpur yang mengganggu aktivitas warga.
Banjir yang dipicu hujan deras di wilayah Puspo dan Lumbang itu merendam ratusan rumah yang tersebar di lima desa dari dua kecamatan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat, wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Winongan, meliputi Desa Winongan Kidul (96 KK), Winongan Lor (149 KK), dan Desa Bandaran (420 KK). Sementara di Kecamatan Grati, banjir melanda Desa Kedawung Kulon dan Kedawung Wetan dengan total 228 KK.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa kelima desa tersebut memang merupakan langganan banjir setiap kali hujan deras mengguyur kawasan hulu. Kondisi geografis yang lebih rendah serta aliran Sungai Rejoso yang melintasi wilayah itu menjadi penyebab utama.
“Beruntung kondisi laut sedang surut. Jadi genangan air di perkampungan lebih gampang surut,” ujar Sugeng kepada Kompas.com, Senin (23/2/2026).
Meski genangan mulai surut, dampak banjir tak serta-merta hilang. Lumpur tebal masih menyelimuti sejumlah ruas jalan, terutama di Jalan Raya Bandaran, Kecamatan Winongan. Akses jalan antar kampung juga mengalami kerusakan berupa lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan.
“Untuk itu, meski tidak ada korban jiwa atau rumah rusak akibat banjir ini, kami tetap mengimbau agar warga tetap hati-hati saat berkendara, jalan sebagian rusak,” pungkas Sugeng.
BPBD Kabupaten Pasuruan saat ini masih melakukan pendataan lanjutan dan koordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk percepatan pembersihan lumpur serta perbaikan infrastruktur jalan yang rusak. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan deras masih dapat terjadi sewaktu-waktu. (***)










Leave a Reply