Antrean Solar di Pamekasan, Pertamina Pastikan Penyaluran Sesuai Kuota dan Stok Aman

Antrean Solar di Pamekasan, Pertamina Pastikan Penyaluran Sesuai Kuota dan Stok Aman

PWI JATIM – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Pamekasan tetap berjalan sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Pernyataan ini merespons adanya antrean panjang kendaraan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Selasa (10/2/2026) akibat sejumlah SPBU lain mengalami kekosongan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa persoalan antrean tersebut tidak dipicu oleh gangguan distribusi dari pihak Pertamina.

“Penyaluran dilakukan melalui lembaga penyalur resmi yang telah ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Secara umum, ketersediaan Biosolar di SPBU wilayah Pamekasan tersedia setiap hari,” ujar Rahedi dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, distribusi BBM subsidi di lapangan tetap berjalan sesuai prosedur dan telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat. Penyaluran ke setiap SPBU dilakukan berdasarkan kuota yang telah ditetapkan, dan pihaknya terus mengupayakan agar BBM subsidi tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak.

Rahedi memaparkan, realisasi penyaluran Bio Solar subsidi di wilayah Pamekasan hingga 7 Februari 2026 telah mencapai sekitar 3,8 ribu kiloliter (KL) atau setara 104 persen dari kuota yang dialokasikan.

Untuk menjaga keberlanjutan pasokan, Pertamina Patra Niaga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kemungkinan penambahan kuota Bio Solar. Langkah ini ditempuh agar SPBU dapat terus beroperasi dengan pengaturan jadwal penyaluran secara mandiri sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM subsidi aman, khususnya Bio Solar, berada pada tingkat yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegas Rahedi.

Di samping upaya distribusi, Pertamina juga memperkuat pengawasan agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran dan meminimalkan potensi penyalahgunaan. Rahedi mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM subsidi secara bijak dan sesuai peruntukannya.

“Kami terus melakukan penyaluran agar BBM subsidi tetap tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak,” pungkasnya. (***)

arya88

anakslot

supervegas88

hahacuan

hahacuan

sbobet