PWI JATIM – Tim SAR dari Basarnas Pos Trenggalek berhasil mengevakuasi jenazah Adi Saputra (14), pelajar SMPN 1 Jambon, Ponorogo, dari sebuah sumur tua dengan kedalaman lebih dari 30 meter. Korban yang dilaporkan hilang sejak Jumat (6/2) lalu, ditemukan dalam kondisi telah meninggal setelah sekitar tiga hari.
Ketua Tim Pos SAR Trenggalek, Fitra At Masanda, menjelaskan bahwa proses evakuasi menghadapi kendala signifikan akibat kondisi sumur yang sempit dan sangat dalam. “Kedalaman sumur tua ini dipastikan lebih dari 30 meter dan kondisinya sempit,” ujar Fitra melalui sambungan telepon, Senin (9/2). Untuk mengantisipasi risiko gas beracun, tim terpaksa menggunakan blower untuk memompa keluar udara dari dalam sumur sebelum melakukan penurunan personel.
Jenazah Adi ditemukan oleh warga setempat pada Minggu malam, setelah pencarian intensif sejak Jumat. Menurut keterangan Fitra, warga sebelumnya telah memeriksa sumur yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban, namun baru pada Minggu malam tercium bau menyengat yang mengarahkan mereka pada keberadaan jenazah. “Biasanya korban tenggelam di air tawar akan mengapung setelah tiga hari,” tambah Fitra, menjelaskan kronologi penemuan.
Saat dievakuasi, kondisi jenazah korban telah mengalami pembengkakan dan menunjukkan tanda-tanda awal pembusukan. Terdapat luka lebam di bagian bibir, yang diduga akibat benturan saat jatuh ke dalam sumur. Atas pertimbangan kondisi tersebut, jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk penanganan lebih lanjut.
Keluarga korban sebelumnya telah melaporkan kehilangan Adi kepada Polsek Jambon pada Sabtu. Korban terakhir kali terlihat mengenakan kaos olahraga SMPN 1 Jambon dan celana panjang biru dongker pada Jumat siang sekitar pukul 11.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti tewasnya Adi Saputra di sumur tua tersebut masih belum diketahui dan tengah diselidiki lebih lanjut oleh pihak berwajib. Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta masyarakat sekitar, sekaligus mengingatkan akan potensi bahaya dari sumur-sumur tua yang tidak terawat. (***)










Leave a Reply