Hubungan dengan mertua seringkali jadi bahan pembicaraan seru, bukan? Mulai dari cerita lucu hingga tantangan yang bikin kita menghela napas. Membangun hubungan baik dengan mertua bukan cuma soal kesopanan, tapi ini tentang membangun fondasi keluarga yang kuat dan mendukung. Banyak orang merasa grogi atau bingung harus mulai dari mana. Tenang, Anda tidak sendirian.
Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis dan tulus bagaimana cara agar disukai oleh mertua Anda. Kita akan bahas dari persiapan mental, strategi komunikasi, hingga tindakan nyata yang bisa Anda lakukan. Ingat, tujuannya bukan untuk jadi orang lain, tapi menjadi versi terbaik dari diri Anda yang bisa diterima dan dihargai oleh keluarga besar baru Anda.
Kenapa Hubungan Baik dengan Mertua Itu Penting?
Sebelum masuk ke caranya, mari kita pahami dulu mengapa hal ini layak untuk diperjuangkan. Hubungan yang sehat dengan mertua bukan sekadar formalitas. Ini memiliki dampak langsung pada kesehatan hubungan pernikahan Anda. Konflik yang terus-menerus dengan mertua dapat menciptakan stres dan ketegangan dalam rumah tangga Anda sendiri. Sebaliknya, hubungan yang hangat dan saling mendukung memberikan sistem bantuan yang luar biasa. Mereka bisa menjadi sumber kebijaksanaan, pengasuh anak yang penuh kasih, dan jaringan keamanan emosional. Menurut psikolog keluarga, Aisah Dahlan, CHt, hubungan yang baik dengan mertua dimulai dari pengakuan bahwa mereka adalah orang tua dari orang yang sangat Anda cintai. Menghormati mereka pada dasarnya adalah bentuk penghormatan kepada pasangan Anda sendiri.
Langkah Awal
Cara terbaik untuk membangun hubungan adalah dengan memahami. Coba selami dunia mertua Anda.
Lakukan Observasi dan Dengarkan Aktif
Pada pertemuan-pertemuan awal, jadilah pengamat yang baik. Perhatikan apa yang penting bagi mereka. Apa topik pembicaraan yang mereka sukai? Bagaimana nilai-nilai keluarga mereka? Apakah mereka sangat menghormati tradisi, atau justru lebih santai? Dengarkan cerita mereka dengan penuh perhatian. Orang tua umumnya senang jika dilibatkan dan didengarkan. Dengan memahami latar belakang mereka, Anda bisa menemukan titik temu dan menghindari konflik yang tidak perlu.
Hormati Peran dan Posisi Mereka
Ingat, mereka telah membesarkan pasangan Anda. Mereka memiliki sejarah dan ikatan emosional yang sangat dalam. Pendekatan terbaik adalah dengan menunjukkan rasa hormat terhadap peran mereka sebagai orang tua. Gunakan panggilan yang sopan (Bapak/Ibu atau sebutan lain yang mereka sukai). Jangan pernah meremehkan atau mengkritik cara mereka mengasuh pasangan Anda di depan mereka. Ini adalah batasan yang sangat penting.
Strategi Komunikasi Efektif dengan Mertua
Cara Anda berkomunikasi akan menentukan nada hubungan ini.
Bersikap Tulus dan Jujur
Mertua biasanya bisa merasakan ketidakjujuran. Jangan mencoba menjadi seseorang yang bukan diri Anda hanya untuk menyenangkan mereka. Lebih baik tunjukkan kepribadian asli Anda dengan sopan dan terbuka. Ceritakan tentang minat, pekerjaan, dan keluarga Anda dengan jujur. Ketulusan jauh lebih menarik daripada kepura-puraan yang pada akhirnya akan terbongkar juga.
Ajukan Pertanyaan dan Tunjukkan Ketertarikan
Orang senang membicarakan hal yang mereka kuasai atau sukai. Tanyakan tentang masa kecil pasangan Anda, sejarah keluarga, atau hobi mertua. Pertanyaan seperti, “Ibu dulu masak apa kesukaan suami saya waktu kecil?” atau “Bapak hobi berkebun ya, tanaman apa yang paling susah dirawat?” bisa membuka percakapan yang hangat. Ini menunjukkan bahwa Anda peduli dan ingin menjadi bagian dari keluarga.
Kelola Konflik dengan Bijak, Jangan Konfrontatif
Perbedaan pendapat pasti akan muncul. Entah tentang cara mengasuh anak, rencana liburan, atau hal sepele lainnya. Kuncinya adalah jangan pernah berdebat di depan umum atau dengan emosi tinggi. Jika tidak setuju, sampaikan dengan halus dan hormat. Gunakan kalimat “Saya” daripada “Anda”. Misalnya, “Saya khawatir kalau…” daripada “Ibu selalu…”. Jika situasi memanas, lebih baik mundur sementara dan bicarakan nanti saat semua sudah tenang.
Tindakan Nyata yang Membuat Hati Mertua Luluh
Tindakan seringkali berbicara lebih keras daripada kata-kata.
Bantu dalam Hal-Hal Kecil dan Praktis
Perhatian kecil sangat berarti. Bawakan oleh-oleh sederhana saat berkunjung, misalnya kue kesukaan mereka atau buah segar. Saat makan bersama, tawarkan diri untuk membantu menyiapkan meja atau mencuci piring. Perhatian praktis seperti menawarkan bantuan membawa belanjaan atau memperbaiki sesuatu yang rusak di rumah mereka akan sangat dihargai. Ini menunjukkan bahwa Anda peduli dan memiliki inisiatif.
Libatkan Mereka dalam Momen Penting (Dengan Bijak)
Undang mereka untuk acara-acara penting, seperti ulang tahun anak, perayaan hari raya, atau sekadar makan malam mingguan. Minta pendapat mereka untuk hal-hal tertentu, seperti nama anak atau dekorasi rumah. Libatkan mereka tanpa harus menyerahkan kendali penuh. Ini memberi mereka rasa dihargai dan tetap menjadi bagian dari kehidupan anak dan menantu mereka.
Jadi Penghubung yang Baik untuk Pasangan Anda
Jangan pernah menjadi sumber konflik antara pasangan Anda dengan orang tuanya. Jika pasangan Anda bertengkar dengan orang tuanya, cobalah menjadi penengah yang netral dan mendorong komunikasi, bukan memperuncing masalah. Katakan hal-hal baik tentang pasangan Anda di depan mertua, dan sebaliknya. Posisi Anda sebagai penjaga harmonis sangat krusial.
Menangani Tipe-Tipe Mertua yang “Khusus”
Tidak semua mertua mudah diajak harmonis. Berikut cara menghadapi beberapa tipe yang umum:
Mertua yang Overprotektif atau Ikut Campur
Mereka mungkin merasa masih bertanggung jawab penuh atas anaknya. Pahami bahwa ini berasal dari rasa sayang, meski caranya kurang tepat. Tetap tegaskan batasan dengan lembut dan konsisten. Tunjukkan bahwa Anda dan pasangan mampu mengurus rumah tangga sendiri, sambil tetap menghargai niat baik mereka. Ucapkan terima kasih atas sarannya, lalu jelaskan keputusan Anda dengan baik.
Mertua yang Dingin atau Berjarak
Jangan langsung menyerah. Teruslah bersikap hangat dan konsisten. Kadang, mereka butuh waktu lebih lama untuk terbuka. Jangan memaksa keakraban. Teruslah undang mereka dan libatkan perlahan. Ketekunan dan ketulusan Anda pada akhirnya akan terlihat.
Mertua yang Sering Membandingkan
Mungkin mereka membandingkan Anda dengan menantu lain atau calon mantan pacar pasangan Anda. Jangan tersinggung atau bersaing. Percaya diri saja dengan siapa diri Anda. Fokuslah pada kekuatan Anda dan hubungan Anda dengan pasangan. Lama-kelamaan, mereka akan melihat nilai Anda yang unik.
Kesimpulan
Pada akhirnya, cara agar disukai mertua bukanlah tentang trik manipulatif atau pencitraan. Ini tentang membangun hubungan manusia yang autentik berdasarkan rasa hormat, pemahaman, dan kebaikan yang tulus. Mulailah dengan memahami dunia mereka, berkomunikasi dengan efektif, dan tunjukkan perhatian melalui tindakan nyata. Hadapi tantangan dengan kesabaran dan kebijaksanaan.
Ingat, tujuan akhirnya bukan sekadar “disukai”, tapi membangun ikatan keluarga yang saling mendukung dan menyayangi, yang akan menjadi berkah bagi pernikahan Anda dan generasi berikutnya. Proses ini mungkin tidak selalu mulus, tetapi setiap usaha tulus yang Anda berikan akan membuahkan hubungan yang lebih dalam dan bermakna seiring berjalannya waktu.










Leave a Reply