PWI JATIM – Sebuah menara Base Transceiver Station (BTS) atau tower trafo provider seluler setinggi sekitar 15 meter ambruk di atap gedung Surabaya Hotel School (SHS) di Jalan Joyobayo, Wonokromo, Jumat (23/1) siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB tersebut diduga kuat disebabkan oleh angin kencang yang menerpa struktur tower secara terus-menerus.
Berdasarkan pantauan di lokasi pukul 16.30 WIB, tower berwarna abu-abu milik Telkomsel itu roboh ke arah selatan, tepatnya menghadap gedung utama sekolah. Meski ambruk, struktur besi tersebut tidak jatuh hingga ke area parkir di bawahnya, melainkan dalam posisi menggantung.
“Mungkin jadi salah satu dampaknya dari angin kencang itu. Kalau terus-terusan diterpa angin kencang, akhirnya kan lemah juga,” jelas Vitara Yudha, pengelola SHS, saat dikonfirmasi. Ia menambahkan bahwa robohnya tower terjadi secara perlahan, sebagaimana disaksikan oleh sejumlah staf pengajar dan siswa yang berada di dalam gedung saat kejadian. “Ambruknya tadi perlahan, kalau langsung bisa jadi dampak kerusakannya lebih besar,” ujarnya.
Evakuasi dan Pengamanan Lokasi
Pihak sekolah dengan sigap mengamankan seluruh penghuni gedung. Vitara memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. “Sudah kita evakuasi siswa dan staf-staf kita juga. Jadi untuk sementara hari ini kita tutup lebih cepat,” jelasnya.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran, petugas Telkomsel, dan kepolisian segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan evakuasi. Petugas BPBD memasang garis polisi untuk mensterilkan area parkir yang berdekatan dengan lokasi kejadian. Satu unit mobil bronto skylift dan satu mobil damkar dikerahkan untuk menangani struktur tower yang masih dalam posisi vertikal namun sudah tidak stabil.
Penyelidikan dan Langkah Lanjutan
Penyebab pasti ambruknya tower masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang dan operator seluler terkait. Kejadian ini menyoroti pentingnya audit keselamatan dan perawatan rutin terhadap infrastruktur telekomunikasi yang terpasang di atap gedung, terutama di daerah yang rentan terhadap cuaca ekstrem.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pengamanan struktur masih berlangsung. Aktivitas belajar mengajar di Surabaya Hotel School untuk sementara diliburkan guna memastikan keamanan dan memfasilitasi proses penanganan darurat. (***)










Leave a Reply