PWI JATIM – Curah hujan tinggi yang mengguyur selama empat jam berturut-turut sejak Selasa (13/1) sore menyebabkan banjir signifikan di Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Air mulai meluap dan memasuki permukiman warga sekitar pukul 19.00 WIB, dengan ketinggian bervariasi antara 40 sentimeter hingga satu meter, menggenangi jalan, halaman, dan puluhan rumah.
Berdasarkan data cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, sedikitnya 76 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan dua rumah mengalami kerusakan terparah akibat terendam air hingga ke bagian dalam karena konstruksi pondasi yang rendah. Masing-masing rumah tersebut dihuni oleh tiga jiwa.
“Situasinya karena tadi mulai jam empat sampai jam tujuh hujan cukup deras selama tiga sampai empat jam, akhirnya dua RT ini terendam sampai sebatas lutut bahkan ada yang sampai paha,” jelas Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Rabu (14/1) pagi.
Tim Gabungan Turun, Evakuasi dan Bantuan Logistik Disalurkan
Merespons kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bersama relawan dan perangkat desa segera diterjunkan untuk melakukan penilaian lapangan (assessment), pengamanan wilayah, dan evakuasi warga rentan.
Dalam proses tersebut, tim menemukan satu keluarga dengan bayi berusia 11 bulan yang masih berada di dalam rumah di area genangan yang cukup dalam. “Tadi saya melihat ada di belakang yang lumayan tingginya sampai sepaha, posisinya ada orangtua dan ada bayi berusia 11 bulan, sehingga kami pastikan kondisinya aman,” terang Edy. Meski lokasinya dekat dengan kandang sapi, keluarga tersebut tidak dievakuasi ke tempat pengungsian karena posisi rumah dinilai relatif lebih tinggi dan hujan telah berhenti.
BPBD Jember juga telah menyalurkan bantuan logistik awal berupa dua paket sembako kepada rumah warga yang terdampak paling parah sebagai bentuk respons darurat.
Kondisi Mulai Surut, Kewaspadaan Tetap Diperlukan
Hingga Rabu pagi, genangan air masih terlihat di sebagian permukiman, namun situasi secara umum telah dinyatakan kondusif dan terkendali oleh pihak berwenang. “Kondisi wilayah kondusif dan aman, rumah yang pondasinya tinggi tidak kemasukan air, hanya dua rumah yang pondasinya rendah yang terdampak,” kata Edy Budi Susilo menambahkan.
Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan kawasan permukiman dengan drainase terbatas terhadap fenomena hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi panjang. BPBD Jember mengimbau masyarakat, khususnya di daerah rawan banjir, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlanjut.
“Masyarakat dihimbau untuk bersiap melakukan langkah-langkah antisipasi mandiri, seperti memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi dan memantau informasi cuaca terkini, apabila hujan kembali turun dengan intensitas serupa,” pungkas Edy.
Pemerintah setempat bersama tim teknis kini tengah melakukan evaluasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi titik-titik rawan dan memperkuat langkah mitigasi guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (***)










Leave a Reply