PWI JATIM – Pasca-erupsi Gunung Semeru yang meluncurkan awan panas sejauh 5 kilometer pada Jumat (9/1), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi banjir lahar hujan. Ancaman sekunder ini dinilai sangat tinggi menyusul cuaca mendung dan hujan ringan yang melanda kawasan lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, menegaskan bahwa meski luncuran awan panas masih berada dalam radius aman, konsentrasi utama saat ini adalah mengantisipasi bahaya lahar. “Kalau dampak awan panasnya tidak ada karena masih di radius aman, tapi yang perlu diwaspadai adalah banjir lahar,” ujar Yudhi melalui sambungan telepon.
BPBD memetakan empat aliran sungai utama yang berhulu di Gunung Semeru sebagai daerah berisiko tinggi dilintasi banjir lahar, yaitu Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Yudhi mengimbau seluruh warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga jarak aman minimal 500 meter dari bibir sungai.
“Warga yang ada di sekitar aliran DAS Semeru harap waspada, banjir lahar ini bahaya,” tegasnya. Kekhawatiran utama adalah potensi luapan lahar yang dapat menerjang permukiman warga jika debit material vulkanik yang terbawa air hujan terlalu besar.
Peringatan khusus juga disampaikan kepada para penambang pasir yang kerap beraktivitas di sepanjang aliran sungai tersebut. Yudhi meminta mereka untuk secara ketat mematuhi rekomendasi dari pos pantau dan segera meninggalkan area sungai jika terdeteksi tanda-tanda banjir lahar. “Bagi penambang, kami minta patuhi rekomendasi dari pos pantau, mari saling jaga satu sama lain agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Erupsi dan potensi lahar dingin ini merupakan bagian dari fase aktif Gunung Semeru yang terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan BPBD setempat. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan siap siaga mengikuti instruksi evakuasi jika kondisi mengarah pada tingkat bahaya yang lebih tinggi. (***)










Leave a Reply