PWI JATIM – Jalur utama menuju Gunung Bromo dari arah Malang terpaksa ditutup total menyusul terjadinya longsor di Kabupaten Malang. Insiden yang terjadi pada Kamis (7/1/2026) malam itu membuat akses wisata ke destinasi super prioritas tersebut lumpuh untuk sementara waktu.
Tebing setinggi sekitar 20 meter di kawasan Jalan Raya Gubukklakah, Desa Gubukklakah, Kecamatan Poncokusumo, longsor dan menutupi badan jalan. Material tanah dan batuan menutup ruas jalan sepanjang 10 meter dengan ketebalan sekitar 1,5 meter.
“Material longsor menutup semua akses jalan, sehingga akses ke Bromo lumpuh total hingga saat ini,” jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan, melalui pesan singkat, Jumat (9/1/2026).
Penyebab dan Upaya Pembersihan
Sadono menyebutkan, tingginya curah hujan di daerah tersebut menjadi pemicu longsoran. Meski menyebabkan kerusakan infrastruktur, kejadian ini tidak menelan korban jiwa.
“Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Kabupaten Malang, TNI, Polri, serta warga setempat masih melakukan upaya pembersihan material secara manual. Pembersihan dengan alat berat dinilai berisiko karena kondisi tebing yang masih labil.
Dampak pada Wisatawan dan Rute Alternatif
Kondisi ini langsung berdampak pada operasional pariwisata. Sampet Harianto, salah seorang pelaku jasa transportasi jeep Bromo, mengaku terpaksa memutar dan mengalihkan rute perjalanan wisatawan.
“Jip yang hendak mengantarkan wisatawan ke Bromo sementara waktu memutar balik, dan beralih melalui pintu masuk Pasuruan,” ujar Sampet.
Rute via Pasuruan, yang melintasi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), kini menjadi satu-satunya jalur alternatif menuju kaldera Bromo. Sampet berharap akses dari Malang segera pulih.
“Semoga akses Malang segera pulih. Pagi ini warga daerah Ngadas dan Gubukklakah masih kerja bakti sama BPBD dan Perangkat Desa Ngadas,” tuturnya.
Belum ada perkiraan waktu pasti kapan jalur Malang-Bromo dapat dibuka kembali. Pihak berwenang masih mengevaluasi stabilitas tebing dan kecepatan pembersihan material sisa longsoran. Wisatawan yang telah merencanakan perjalanan melalui Malang disarankan untuk menghubungi pihak penyedia jasa atau mempertimbangkan rute via Pasuruan. (***)










Leave a Reply