Laga pembuka Piala Asia U-23 2026 selalu menyimpan tekanan tersendiri. Bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang pesan awal yang ingin disampaikan sebuah tim kepada para pesaingnya. Itulah yang tampak jelas dalam pertandingan Vietnam U-23 vs Yordania U-23.
Tim asuhan Kim Sang-sik datang tanpa banyak gembar-gembor, namun tampil rapi, disiplin, dan penuh perhitungan. Sejak menit awal, Vietnam U-23 menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar peserta, melainkan tim yang siap bersaing serius di Grup A.
Kemenangan 2-0 atas Yordania U-23 pun terasa lebih dari sekadar hasil. Ini adalah pernyataan sikap, bahwa generasi muda Golden Star Warriors telah matang secara mental dan tak gentar menghadapi lawan dengan karakter fisik kuat seperti Yordania.
Vietnam U-23 Raih Kemenangan Penting di Matchday Pertama
Pertandingan Vietnam U-23 vs Yordania U-23 digelar di Stadion King Abdullah Sport City, Selasa (6/1) malam WIB. Sejak peluit awal dibunyikan, Vietnam langsung mengambil inisiatif permainan dengan tempo cepat dan pressing agresif.
Strategi ini membuat Yordania kesulitan mengembangkan permainan. Vietnam tampak nyaman menguasai bola dan sabar membangun serangan dari lini belakang. Kemenangan 2-0 pun menjadi hasil yang pantas jika melihat jalannya laga.
Tambahan tiga poin langsung menempatkan Vietnam U-23 di posisi strategis klasemen sementara Grup A. Modal awal ini sangat krusial, terutama mengingat ketatnya persaingan dengan tim-tim seperti Arab Saudi dan Kirgistan.
Dominasi Awal Vietnam U-23 Sejak Menit Pertama
Peluang Cepat yang Jadi Sinyal Bahaya
Vietnam U-23 tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan intensitas permainan. Baru berjalan dua menit, Khuat Van Khang sudah mengancam gawang Yordania lewat tembakan jarak jauh yang memaksa kiper lawan bekerja keras.
Peluang ini menjadi sinyal bahwa Vietnam tidak berniat bermain aman. Mereka tampil berani, agresif, dan percaya diri. Pola permainan cepat dengan umpan-umpan pendek membuat lini tengah Yordania kewalahan.
Gol Penalti Pembuka oleh Dinh Bac
Tekanan Vietnam akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-14. Sebuah situasi di kotak penalti Yordania berujung handball, dan setelah ditinjau melalui VAR, wasit menunjuk titik putih.
Dinh Bac yang dipercaya sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Eksekusi penalti yang tenang membawa Vietnam unggul 1-0 dan semakin mengontrol jalannya laga.
Gol ini membuat Vietnam U-23 bermain lebih lepas, sementara Yordania mulai terlihat terburu-buru dalam membangun serangan.
Gol Kedua Jadi Penegas Keunggulan Vietnam
Sepak Pojok yang Dieksekusi Sempurna
Keunggulan Vietnam bertambah pada menit ke-42. Berawal dari situasi sepak pojok, Hieu Minh mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Yordania dengan pergerakan cerdas di area buta.
Sundulannya tak mampu dihalau kiper dan mengubah skor menjadi 2-0. Gol ini menunjukkan efektivitas Vietnam dalam memanfaatkan bola mati, sebuah aspek penting dalam turnamen singkat seperti Piala Asia U-23.
Menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol jelas menjadi skenario ideal bagi Vietnam U-23.
Babak Kedua: Disiplin Bertahan, Tanpa Gol Tambahan
Yordania Mencoba Bangkit
Memasuki babak kedua, Yordania U-23 mencoba meningkatkan intensitas serangan. Mereka bermain lebih direct dan mengandalkan duel fisik untuk menekan pertahanan Vietnam.
Beberapa peluang sempat tercipta, namun lini belakang Vietnam tampil solid. Koordinasi antarbek berjalan rapi, sementara kiper Trung Kien tampil sigap dalam mengantisipasi bola-bola berbahaya.
Vietnam Lebih Fokus Mengontrol Permainan
Alih-alih memaksakan serangan, Vietnam memilih pendekatan yang lebih pragmatis. Penguasaan bola dijaga, tempo permainan diturunkan, dan risiko diminimalkan.
Strategi ini terbukti efektif. Hingga peluit panjang dibunyikan pada menit ke-90+6, skor 2-0 tetap bertahan. Vietnam U-23 pun mengamankan tiga poin tanpa kebobolan.
Performa Solid Jadi Modal Berharga Vietnam U-23
Kemenangan di laga Vietnam U-23 vs Yordania U-23 bukan hanya soal skor akhir. Lebih dari itu, performa kolektif tim menunjukkan kematangan yang jarang terlihat di level usia muda.
Vietnam tampil disiplin, terorganisasi, dan efisien. Mereka tidak mendominasi secara berlebihan, tetapi selalu tahu kapan harus menekan dan kapan harus bertahan. Ini adalah ciri tim yang siap melangkah jauh di turnamen.
Pelatih Kim Sang-sik patut mendapat kredit atas pendekatan taktis yang seimbang antara menyerang dan bertahan.
Peluang Vietnam U-23 di Grup A Piala Asia U-23 2026
Tantangan Selanjutnya Menanti
Setelah kemenangan atas Yordania, Vietnam U-23 masih harus menghadapi dua laga penting. Mereka dijadwalkan bertemu Kirgistan pada 9 Januari dan tuan rumah Arab Saudi pada 12 Januari.
Dua pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya. Arab Saudi dikenal memiliki kualitas individu tinggi dan dukungan penuh publik tuan rumah. Sementara Kirgistan kerap tampil disiplin dan sulit ditaklukkan.
Namun dengan modal kemenangan di matchday pertama, kepercayaan diri Vietnam U-23 jelas meningkat.
Ambisi Lolos ke Fase Gugur
Target Vietnam U-23 di Piala Asia U-23 2026 tidak lagi sekadar tampil kompetitif. Mereka ingin melangkah sejauh mungkin, setidaknya menembus babak gugur dan bersaing dengan kekuatan utama Asia.
Jika mampu menjaga konsistensi permainan seperti saat menghadapi Yordania, peluang tersebut terbuka lebar.
Pertandingan Vietnam U-23 vs Yordania U-23 menjadi awal sempurna bagi Golden Star Warriors di Piala Asia U-23 2026. Kemenangan 2-0 tidak hanya memberikan tiga poin, tetapi juga memperlihatkan kualitas, kedewasaan, dan ambisi besar tim asuhan Kim Sang-sik.
Dengan jadwal laga krusial di depan mata, Vietnam U-23 kini berada di jalur yang tepat. Tantangan akan semakin berat, namun performa solid di laga pembuka ini menjadi sinyal bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi Asia. Menarik untuk menantikan sejauh mana langkah Vietnam U-23 di turnamen ini.










Leave a Reply