PWI JATIM – Teror gengster kembali melanda Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Aksi sweeping dan penganiayaan brutal yang dilakukan oleh sekelompok pemuda bersenjata tajam pada Minggu (4/1) dini hari, menyebabkan empat warga terluka dan menjadi korban perampasan harta benda.
Polisi telah bergerak cepat menyikapi aksi kekerasan yang membuat resah masyarakat ini. Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik berhasil mengamankan enam orang tersangka dari sejumlah lokasi berbeda yang diduga kuat terlibat dalam rangkaian aksi anarkis tersebut.
Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, menjelaskan kronologi kejadian. Aksi berawal dari sebuah pertemuan atau kopi darat (kopdar) di Kecamatan Sidayu. Usai kopdar, sekitar 20 orang yang hadir melakukan konvoi sepeda motor massal.
“Mereka menggelar konvoi bermotor dengan membawa senjata tajam seperti parang dan linggis,” ujar Arya Widjaya kepada awak media, Senin (5/1).
Namun, konvoi tersebut berubah menjadi aksi kekerasan yang membabi buta. Di Kecamatan Dukun, kelompok tersebut dikabarkan mengeroyok seorang warga hanya karena korban mengenakan kaus berlogo perguruan tertentu yang berbeda dari atribut mereka.
Keganasan berlanjut di Kecamatan Panceng. Di wilayah ini, tiga orang lagi menjadi korban. Kelompok gengster ini bahkan tega menghajar seorang penjual nasi goreng yang sedang berdagang dan merampas ponsel miliknya.
“Total ada empat korban. Seluruhnya mengalami kekerasan fisik dan perampasan ponsel. Motif awalnya diduga sentimen atribut, namun berkembang menjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (robo),” papar AKP Arya.
Mayoritas Pelaku Dibawah Umur, Otak Gengster Masih Diburu
Hingga saat ini, pihak penyidik masih mendalami kasus ini dan telah memeriksa enam orang yang diamankan. Mirisnya, mayoritas dari mereka yang terlibat ternyata masih berstatus anak di bawah umur.
“Satu orang dewasa dan lima lainnya masih anak-anak. Saat ini statusnya masih sebagai saksi terperiksa. Kami juga tengah memburu otak pelaku yang diduga kuat menjadi provokator utama dalam aksi anarkis ini,” tegas Arya.
Polres Gresik mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya di malam hari guna mencegah mereka terjerumus dalam pergaulan yang dapat mengarah pada kriminalitas jalanan. Pihak kepolisian juga menjamin akan terus mengejar dan menindak tegas pelaku lain yang masih buron. (***)










Leave a Reply