Menjalankan sholat adalah kewajiban utama bagi setiap muslim. Ibadah ini adalah tiang agama dan cara terdekat seorang hamba dengan Tuhannya. Namun, bagi yang baru belajar atau ingin menyempurnakan ibadah, menghafal dan memahami setiap bacaan sholat terkadang terasa menantang.
Artikel ini hadir sebagai panduan praktis dan lengkap. Kami akan membahas urutan sholat beserta bacaannya, dari takbiratul ihram hingga salam, dengan penjelasan makna singkat. Tujuannya, agar Anda bisa menunaikan sholat dengan lebih khusyuk dan tuma’ninah (tenang).
Memahami bacaan yang diucapkan dalam sholat sangat penting. Ini bukan sekadar ritual gerakan, tetapi sebuah dialog spiritual penuh makna. Dengan mengetahui artinya, hati kita diharapkan bisa lebih hadir dan tunduk. Panduan ini dibuat sesuai dengan tuntunan Islam yang berdasarkan pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Mari kita simak langkah demi langkah.
Kunci Diterimanya Ibadah
Sebelum masuk ke bacaan inti, persiapan yang benar menentukan kualitas sholat kita. Persiapannya meliputi:
1. Menyempurnakan Wudhu
Wudhu adalah syarat sah sholat. Pastikan Anda berwudhu dengan tertib dan mencuci anggota wudhu dengan sempurna. Niatkan wudhu untuk menghilangkan hadas kecil dan menyiapkan diri menghadap Allah SWT.
2. Menutup Aurat dan Menghadap Kiblat
Pakaian harus menutup aurat dengan baik dan suci dari najis. Posisikan diri menghadap ke arah kiblat (Ka’bah) dengan pasti. Ini menunjukkan kesatuan umat Islam di seluruh dunia dalam menyembah Sang Pencipta.
3. Mengerti Waktu dan Niat Sholat
Pastikan sholat dikerjakan pada waktunya. Kemudian, bulatkan niat dalam hati untuk melaksanakan sholat tertentu (Zhuhur, Ashar, dll). Niat letaknya di hati, tetapi melafalkannya (secara pelan) sebelum takbir bisa membantu fokus.
Urutan dan Bacaan Sholat Lengkap Beserta Artinya
Berikut adalah runtutan sholat lima waktu beserta bacaan Arab, latin, dan terjemahannya. Kami sajikan untuk sholat dengan dua rakaat (seperti Subuh) sebagai contoh. Untuk sholat 3 atau 4 rakaat, gerakan dan bacaannya diulang seperti rakaat pertama dan kedua, dengan duduk tasyahud akhir yang lebih panjang.
RAKAAT PERTAMA
1. Takbiratul Ihram (Memulai Sholat)
Saat mengangkat kedua tangan sejajar telinga atau bahu, ucapkan:
اَللهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar
Artinya: “Allah Maha Besar.”
Ini adalah gerakan yang memulai sholat. Setelah takbir, tangan lalu sedekap di dada (tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri). Pandangan mata tertuju ke tempat sujud.
2. Doa Iftitah (Pembuka)
Ada beberapa versi doa iftitah. Yang paling umum dibaca adalah:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
Subhanakallahumma wa bihamdika, wa tabarakasmuka, wa ta’ala jadduka, wa la ilaha ghairuka.
Artinya: “Mahasuci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Mahaberbahagia nama-Mu, Mahatinggi kekayaan-Mu, dan tidak ada Tuhan selain Engkau.”
Doa ini adalah pujian pengagungan kepada Allah sebelum membaca surat Al-Fatihah.
3. Membaca Surat Al-Fatihah
Membaca Al-Fatihah adalah rukun sholat. Tidak sah sholat tanpa membacanya. Bacalah dengan tartil (perlahan dan jelas).
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. آمِينَ
(Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Arrahmanirrahim. Maliki yaumiddin. Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Ihdinas siratal mustaqim. Siratal ladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhubi ‘alaihim waladhdhallin. Amin.)
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesungg. Amin.”
4. Membaca Surat Pendek (Atau Ayat Al-Qur’an Lainnya)
Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat atau ayat Al-Qur’an. Untuk contoh, kita gunakan Surat Al-Ikhlas:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
(Bismillahirrahmanirrahim. Qul huwallahu ahad. Allahussamad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.)
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.'”
5. Ruku’ (Membungkuk)
Bertakbir اَللهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar) lalu ruku’ dengan punggung mendatar. Kedua tangan memegang lutut. Baca doa ruku’ tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhana rabbiyal ‘azhimi wa bihamdih.
Artinya: “Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung dan dengan memuji-Nya.”
6. I’tidal (Berdiri dari Ruku’)
Bangun dari ruku’ sambil mengucapkan:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami’allahu liman hamidah. (Dibaca saat imam atau sholat sendirian).
Artinya: “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Lalu saat berdiri tegak, ucapkan:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbana wa lakal hamdu.
Artinya: “Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”
RAKAAT KEDUA
7. Sujud Pertama
Bertakbir اَللهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar) lalu turun sujud dengan 7 anggota: dahi dan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung kedua kaki. Bacalah doa sujud tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhana rabbiyal a’la wa bihamdih.
Artinya: “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi dan dengan memuji-Nya.”
8. Duduk di Antara Dua Sujud
Bertakbir اَللهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar) lalu duduk iftirasy (duduk di kaki kiri, kaki kanan tegak). Baca doa:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي
Rabbighfirli, warhamni, wajburni, warfa’ni, warzuqni, wahdini, wa ‘afini.
Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, dan berilah aku kesehatan.”
9. Sujud Kedua
Bertakbir اَللهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar) lalu sujud kembali dengan bacaan yang sama seperti sujud pertama.
10. Berdiri untuk Rakaat Berikutnya
Setelah sujud kedua pada rakaat pertama, bertakbir اَللهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar) lalu bangkit berdiri untuk rakaat kedua. Lakukan gerakan dan bacaan yang sama seperti rakaat pertama (Al-Fatihah + Surat Pendek, Ruku’, I’tidal, Sujud, Duduk di antara dua sujud).
Catatan: Untuk rakaat kedua, setelah sujud kedua, Anda langsung duduk tasyahud awal (jika sholat lebih dari 2 rakaat) atau tasyahud akhir (jika sholat 2 rakaat seperti Subuh).
TAHYAH/TASYAHUD AKHIR & SALAM
11. Tasyahud Akhir (Duduk Tahiyat Akhir)
Setelah rakaat terakhir, duduk tawarruk (pantat di lantai, kaki kiri keluar di bawah kaki kanan yang tegak). Bacalah tasyahud:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
(Attahiyyatul mubarakatush shalawatuth thayyibatu lillah. Assalamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish shalihin. Asyhadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuluh. Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad, kama shallaita ‘ala Ibrahim, wa ‘ala ali Ibrahim. Innaka hamidun majid. Wa barik ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad, kama barakta ‘ala Ibrahim, wa ‘ala ali Ibrahim. Innaka hamidun majid.)
Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Keselamatan, rahmat, dan berkah Allah semoga tercurah kepadamu wahai Nabi. Keselamatan semoga juga untuk kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberi shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dan berkatilah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkati Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
12. Salam (Mengakhiri Sholat)
Setelah tasyahud, menoleh ke kanan sambil mengucapkan:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah.
Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah untuk kalian.”
Kemudian menoleh ke kiri dengan mengucapkan salam yang sama. Dengan salam ini, sholat Anda selesai.
Hal-Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
Tuma’ninah: Tenang dan tidak terburu-buru dalam setiap gerakan. Diam sejenak di setiap posisi (rukuk, sujud, duduk).
Khusyuk: Usahakan hati dan pikiran fokus hanya kepada Allah. Pahami makna bacaan yang diucapkan.
Menghadap Sutrah (Pembatas): Jika sholat sendirian, letakkan benda di depan sebagai sutrah (pembatas area sholat), seperti sajadah tinggi atau tas.
Berdoa Setelah Sholat: Dianjurkan berdzikir dan berdoa setelah salam sebelum berpindah tempat.
Untuk yang Masih Belajar: Tips Menghafal
1. Pelajari Secara Bertahap: Hafalkan satu per satu, misalnya mulai dari Al-Fatihah, lalu doa ruku’, sujud, tasyahud.
2. Gunakan Aplikasi atau Audio: Banyak aplikasi panduan sholat yang bisa diputar berulang.
3. Praktik Langsung: Langsung praktikkan setelah menghafal, walau sambil melihat catatan.
4. Pahami Artinya: Mengetahui arti bacaan akan memudahkan menghafal dan meningkatkan kekhusyukan.
Kesimpulan
Sholat yang baik adalah yang dilaksanakan dengan memahami tata cara dan bacaannya. Dengan panduan lengkap ini, semoga kita semua bisa mendirikan sholat dengan lebih sempurna, baik lahir maupun batin. Ingatlah, sholat adalah investasi akhirat kita. Ia membersihkan dosa, mencegah perbuatan keji, dan menjadi cahaya dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Jangan putus asa jika belum lancar. Yang penting adalah istiqamah (konsisten) dalam belajar dan melaksanakannya. Semoga Allah SWT menerima semua sholat kita dan menjadikannya sebagai penyejuk hati serta penerang kubur. Aamiin.









Leave a Reply