Punya senyum yang cerah dengan gigi putih bersinar adalah impian banyak orang. Warna gigi yang kuning atau kusam bisa mengurangi rasa percaya diri. Itu sebabnya, mencari cara memutihkan gigi menjadi sangat populer. Namun, di tengah banyaknya informasi dan produk yang beredar, penting untuk tahu mana yang benar-benar aman dan efektif.
Artikel ini akan membahas berbagai metode memutihkan gigi, dari perawatan rumahan yang alami hingga perawatan profesional di klinik gigi. Kita juga akan membahas apa yang sebenarnya menyebabkan perubahan warna gigi, sehingga Anda bisa mencegahnya sejak awal.
Memutihkan gigi bukanlah proses sekali jadi yang berlaku untuk semua orang. Hasilnya sangat tergantung pada penyebab noda, jenis gigi Anda, dan metode yang dipilih. Beberapa cara bisa memberikan hasil dramatis dalam waktu singkat, sementara yang lain membutuhkan konsistensi dan kesabaran. Yang terpenting, keselamatan dan kesehatan gigi Anda harus selalu jadi prioritas utama.
Apa Penyebab GigiĀ Berubah Warna?
Sebelum memutuskan cara memutihkan gigi, kita perlu pahami dulu “musuh”nya. Perubahan warna gigi bisa berasal dari dua sumber utama:
1. Noda Ekstrinsik (Di Luar/Permukaan Gigi)
Noda ini menempel di lapisan terluar gigi (email). Penyebabnya biasanya berasal dari makanan, minuman, dan gaya hidup.
– Minuman: Kopi, teh, anggur merah, soda, dan minuman berenergi.
– Makanan: Kari, saus tomat, kecap, buah beri (blueberry, blackberry), dan bit.
– Kebiasaan: Merokok dan mengunyah tembakau adalah penyebab utama noda yang sulit dihilangkan.
– Kebersihan Mulut yang Buruk: Menyikat gigi tidak teratur membuat plak dan noda menumpuk.
2. Noda Intrinsik (Di Dalam Struktur Gigi)
Noda ini terjadi di dalam struktur gigi (dentin), sehingga lebih sulit ditangani. Penyebabnya antara lain:
– Pertambahan Usia: Seiring waktu, email gigi menipis dan dentin yang berwarna lebih kuning mulai terlihat.
– Trauma atau Cedera: Gigi yang pernah terbentur bisa berubah warna karena pendarahan internal.
– Obat-obatan Tertentu: Penggunaan antibiotik tetrasiklin atau doksisiklin pada masa pertumbuhan gigi (anak-anak) atau ibu hamil dapat menyebabkan gigi abu-abu atau kecoklatan.
– Kelebihan Fluoride: Paparan fluoride berlebih saat masa kanak-kanak dapat menyebabkan fluorosis, yang tampak sebagai garis atau bercak putih pada gigi.
– Penyakit: Beberapa penyakit yang memengaruhi email atau dentin dapat mengubah warna gigi.
Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa memilih metode memutihkan gigi yang tepat. Noda ekstrinsik biasanya lebih mudah diatasi dengan pembersihan rutin dan produk pemutih. Sementara noda intrinsik seringkali membutuhkan intervensi profesional.
Metode Memutihkan Gigi yang Bisa Dilakukan di Rumah
Untuk noda ringan hingga sedang, beberapa perawatan rumahan bisa membantu. Ingat, kuncinya adalah konsistensi dan jangan berharap hasil instan dalam semalam.
1. Pasta Gigi Pemutih dan Obat Kumur Khusus
Ini adalah langkah paling dasar. Pasta gigi pemutih mengandung abrasif ringan dan bahan kimia (seperti hidrogen peroksida atau baking soda) yang membantu menggosok dan mengikis noda permukaan. Obat kumur pemutih biasanya mengandung hidrogen peroksida untuk memberikan efek memutihkan tambahan. Pilih produk yang memiliki izin BPOM dan gunakan sesuai petunjuk.
Campuran ini adalah “resep nenek” yang populer. Baking soda bersifat abrasif lembut, sementara hidrogen peroksida adalah agen pemutih. Cara membuatnya: campurkan 1 sendok makan baking soda dengan 2 sendok makan hidrogen peroksida 3% hingga membentuk pasta. Gunakan untuk menyikat gigi selama 1-2 menit, lalu bilas bersih. Lakukan maksimal 1-2 kali seminggu untuk menghindari abrasi berlebihan pada email.
3. Strips dan Gel Pemutih yang Dijual Bebas
Produk seperti whitening strips atau gel dalam tray plastik mudah ditemukan di apotek. Mereka biasanya mengandung hidrogen peroksida atau karbamid peroksida dalam konsentrasi rendah. Ikuti petunjuk pemakaian dengan hati-hati. Efektivitasnya bervariasi, cocok untuk noda ringan. Hati-hati dengan iritasi gusi jika produk terlalu sering terkena jaringan lunak.
4. Oil Pulling dengan Minyak Kelapa
Ini adalah metode tradisional yang diklaim dapat menarik racun dan bakteri. Caranya, kumur dengan 1 sendok makan minyak kelapa murni (VCO) selama 10-15 menit, lalu buang dan bilas. Minyak kelapa mengandung asam laurat yang memiliki sifat antibakteri. Meski tidak secara langsung memutihkan gigi secara dramatis, oil pulling dapat membantu mengurangi plak dan bakteri penyebab noda, sehingga gigi tampak lebih bersih dan cerah alami.
5. Mengonsumsi Buah dan Sayur yang Renyah
Buah dan sayuran seperti apel, wortel, dan seledri bertindak seperti sikat gigi alami. Tekstur renyahnya membantu menggosok permukaan gigi saat Anda mengunyah. Mereka juga merangsang produksi air liur, yang merupakan pembersih alami mulut. Stroberi mengandung asam malat yang diklaim dapat membantu memutihkan gigi, meski bukti ilmiahnya masih terbatas.
Perawatan Profesional Memutihkan Gigi
Jika Anda menginginkan hasil yang lebih cepat, signifikan, dan aman, perawatan di dokter gigi adalah pilihan terbaik. Dokter akan menilai kondisi gigi Anda terlebih dahulu.
- Pembersihan Gigi (Scaling dan Polishing)
Langkah pertama dan wajib sebelum proses pemutihan. Dokter akan membersihkan karang gigi dan noda permukaan yang membandel. Seringkali, hanya dengan scaling saja gigi sudah terlihat lebih putih beberapa tingkat karena plak dan karang yang kuning telah dibersihkan. - Teeth Whitening (Bleaching) In-Office
Ini adalah cara memutihkan gigi paling cepat dan kuat. Dokter akan melindungi gusi Anda dengan pelapis khusus, lalu mengaplikasikan gel pemutih berbasis hidrogen peroksida berkonsentrasi tinggi (25-40%) ke permukaan gigi. Gel ini kemudian diaktifkan dengan sinar LED atau laser khusus. Satu sesi berlangsung sekitar 30-60 menit dan bisa mencerahkan gigi hingga 8 tingkatan dalam sekali kunjungan. Karena dikendalikan profesional, risikonya jauh lebih kecil. - Take-Home Whitening Kit dari Dokter
Dokter gigi akan membuatkan tray (wadah) khusus yang sesuai dengan bentuk rahang dan gigi Anda. Anda akan diberi gel pemutih dengan konsentrasi yang lebih rendah daripada versi in-office untuk digunakan di rumah selama beberapa jam sehari (biasanya semalam) selama 1-2 minggu. Hasilnya hampir sama baiknya dengan in-office treatment, tetapi lebih bertahap dan nyaman dilakukan di rumah.
Hal-Hal Penting yang Harus Diperhatikan dan Dihindari
Dalam usaha memutihkan gigi, ada beberapa jebakan dan risiko yang perlu diwaspadai:
– Sensitivitas Gigi: Ini adalah efek samping yang paling umum. Bahan pemutih dapat membuat gigi lebih sensitif terhadap dingin atau panas selama perawatan. Biasanya bersifat sementara. Gunakan pasta gigi untuk gigi sensitif untuk mengatasinya.
– Iritasi Gusi: Kontak gel pemutih dengan gusi dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan. Itulah mengapa perlindungan gusi oleh dokter sangat penting.
– Produk Abal-abal dan Berbahaya: Hati-hati dengan produk online yang menjanjikan hasil instan dengan harga murah. Beberapa mengandung asam klorida atau bahan berbahaya yang bisa merusak email gigi secara permanen.
– Harapan yang Tidak Realistis: Gigi Anda memiliki warna alami yang berbeda-beda. Hasil pemutihan juga bergantung pada warna dasar dentin Anda. Bukan semua gigi bisa menjadi seputih porselen.
– Merusak Veneer, Crown, atau Tambalan: Bahan pemutih hanya bekerja pada gigi asli. Mereka tidak akan mengubah warna tambalan, mahkota gigi, atau veneer porselen Anda. Setelah pemutihan, tambalan resin Anda mungkin terlihat lebih kuning dibandingkan gigi di sekitarnya dan perlu diganti.
Cara Merawat dan Mempertahankan Gigi Putih
Setelah berhasil memutihkan gigi, perawatan pasca-bleaching sangat penting agar hasilnya tahan lama.
– Diet “Putih” Selama 48 Jam Pertama: Hindari kopi, teh, anggur merah, saus berwarna, rokok, dan makanan/minuman berpigmen gelap selama 1-2 hari setelah perawatan. Email gigi masih sedikit berpori dan mudah menyerap noda.
– Gunakan Sedotan: Saat minum kopi, teh, atau soda, gunakan sedotan untuk meminimalkan kontak dengan gigi depan.
– Bilas Mulut Setelah Makan/Minum Berwarna: Jika minum kopi, segera berkumur dengan air putih sesudahnya.
– Sikat Gigi Teratur: Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride adalah kunci menjaga kebersihan dan kecerahan.
– Lakukan Touch-Up: Tanyakan pada dokter gigi mengenai kit touch-up untuk digunakan sekali setiap beberapa bulan atau tahun, tergantung kebutuhan.
Kesimpulan
Memutihkan gigi adalah perjalanan yang berbeda untuk setiap orang. Mulailah dengan cara yang paling sederhana dan aman: tingkatkan kebersihan mulut dan pertimbangkan produk perawatan rumah yang terpercaya.
Untuk hasil yang optimal dan aman, konsultasi dengan dokter gigi adalah langkah terbaik. Mereka bisa mendiagnosis penyebab noda Anda dan merekomendasikan perawatan yang paling sesuai.
Ingat, gigi yang sehat jauh lebih penting daripada gigi yang sekedar putih. Prosedur apa pun yang Anda pilih, pastikan itu tidak mengorbankan kesehatan struktur gigi Anda dalam jangka panjang. Senyum yang indah berasal dari gigi yang sehat, bersih, dan terawat dengan baik.










Leave a Reply