PWI JATM – Gunung Bromo kembali membuktikan magnetismenya sebagai destinasi utama selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Meskipun ramai dikunjungi, arus kunjungan kali ini didominasi oleh wisatawan domestik, dengan catatan jumlah pengunjung mancanegara yang relatif kecil.
Berdasarkan data dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), total kunjungan sejak 20 Desember 2025 hingga saat ini telah mencapai 49.755 wisatawan. Dari angka tersebut, hanya 671 orang atau sekitar 1.3% yang merupakan wisatawan mancanegara, sementara sisanya merupakan wisatawan lokal.
Puncak keramaian terjadi pada 27 Desember 2025, dengan jumlah pengunjung mencapai 5.000 orang dalam satu hari. Meskipun tanggal 1 Januari 2026 juga ramai, Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan puncak keramaian tidak melampaui tanggal 27 Desember.
“Jika dibandingkan dengan libur Nataru tahun lalu, itu tidak jauh berbeda. Kalau dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan, Gunung Bromo masih menjadi favorit untuk dikunjungi,” kata Rudi saat dikonfirmasi pada Jumat (2/1). Ia menambahkan, “Meskipun ramai, tapi untuk kendala sama sekali tidak ada. Termasuk juga arus lalu lintas yang lancar meskipun ramai kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo.”
Antusiasme wisatawan lokal tergambar dari pernyataan Yopita Estepania Putri, salah seorang pengunjung. “Tadi datang siang ke Bromo dan tujuannya untuk menikmati suasana, karena lokasinya yang bagus, harapannya lebih banyak lagi wisatawan yang datang,” ujarnya. Kunjungannya ke Bromo disebut sebagai bagian dari rencana menghabiskan waktu libur tahun baru sekaligus bentuk kebanggaan pada wisata lokal.
Gelombang Wisata Jatim Mencatat Lonjakan 20%
Bromo merupakan bagian dari gelombang besar kunjungan wisata ke Jawa Timur selama Nataru 2026. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, melaporkan bahwa hingga Rabu (31/12/2025), total kunjungan ke berbagai destinasi di Jatim telah mencapai 6.224.156 orang. Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 20,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Prediksi kami, angka ini masih akan bertambah, terutama karena akhir pekan besok diperkirakan menjadi puncak liburan tahun baru,” tegas Evy. Lonjakan ini sejalan dengan prediksi nasional Kementerian Perhubungan mengenai adanya 131,04 juta pergerakan orang secara nasional selama periode Nataru.
Data ini mengindikasikan bahwa meskipun kunjungan wisatawan asing belum kembali ke tingkat sebelum pandemi, minat dan daya beli wisatawan domestik tetap menjadi penggerak utama pemulihan sektor pariwisata di destinasi alam ikonik Indonesia seperti Gunung Bromo. (***)










Leave a Reply