PWI JATIM – PT Pertamina (Persero) secara resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis non-subsidi mulai hari ini. Penyesuaian ini menyasar produk andalan seperti Pertamax, Pertamax Green, Pertamax Turbo, serta BBM diesel non-subsidi. Namun, harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite dan Solar Subsidi, tetap dipertahankan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah dunia, nilai tukar Rupiah, serta kebijakan fiskal pemerintah. “Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini dilakukan Pertamina dengan mempertimbangkan perubahan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan fiskal,” jelas pihak Pertamina dalam keterangan resminya.
BBM Subsidi Tetap Stagnan
Pemerintah dan Pertamina memastikan tidak ada perubahan pada harga BBM bersubsidi. Kebijakan ini bertujuan melindungi daya beli masyarakat, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan angkutan umum menengah ke bawah.
Pertalite (RON 90) tetap dijual seharga Rp 10.000 per liter.
Solar Subsidi juga bertahan di harga Rp 6.800 per liter.
Rincian Penurunan Harga Non-Subsidi per Wilayah
Penyesuaian harga berlaku secara nasional dengan variasi tertentu di setiap wilayah.
Berikut rincian harga terbaru per 1 Januari 2026 untuk beberapa wilayah utama:
Jawa, Madura, dan Bali:
Pertamax: Rp 12.350/liter
Pertamax Turbo: Rp 13.400/liter
Pertamax Green 95: Rp 13.150/liter
Dexlite: Rp 13.500/liter
Pertamina Dex: Rp 13.600/liter
Sumatera Bagian Utara (Aceh & Sumut):
Pertamax: Rp 12.500/liter
Pertamax Turbo: Rp 13.400/liter
Dexlite: Rp 13.800/liter
Pertamina Dex: Rp 13.900/liter
Kawasan Ekonomi Khusus:
FTZ Sabang: Pertamax Rp 11.500/liter; Dexlite Rp 12.600/liter.
FTZ Batam: Pertamax Rp 11.850/liter; Pertamax Turbo Rp 12.750/liter; Dexlite Rp 12.800/liter; Pertamina Dex Rp 12.900/liter.
Wilayah lainnya seperti Sumatera Barat, Riau, Kepri, serta wilayah Sumatera bagian selatan dan tengah juga mengalami penyesuaian dengan kisaran harga yang bervariasi. Harga tertinggi untuk produk Pertamax tercatat di wilayah Riau dan Kepri sebesar Rp 12.950 per liter.
Kebijakan penurunan harga BBM non-subsidi ini diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen yang menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi, sekaligus tetap menjaga stabilitas ekonomi dengan mempertahankan harga BBM subsidi. Masyarakat dapat mengecek harga yang berlaku spesifik di wilayahnya melalui aplikasi MyPertamina atau SPBU terdekat. (***)










Leave a Reply