PWI JATIM – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar subsidi semakin meluas di Kabupaten Pamekasan, Madura, sejak dua hari terakhir. Hampir semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah ini dilaporkan kosong, memicu antrean panjang kendaraan berat dan kemacetan di sejumlah titik.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang kembali terjadi di SPBU Jalan Trunoyo pada Selasa (23/12/2025). Antrean ini muncul setelah empat SPBU lain di Desa Larangan Tokol, Nyalabu Daya, Bugih, dan Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, mengalami kekosongan stok.
“Di sini antre sejak pagi karena di SPBU lain dari arah barat solar tidak ada,” keluh Supyadi, salah seorang sopir truk. Ia mengaku kesulitan mendapatkan solar sudah berlangsung lama, namun dalam tiga hari terakhir kekosongan terjadi hampir merata. “Kami tidak tahu, apakah solar habis karena memang minim kiriman ke SPBU atau ada faktor lain. Yang jelas kami masuk ke SPBU petugasnya bilang sudah habis,” ungkapnya.
Kondisi serupa dilaporkan terjadi di SPBU Kaduara Barat dan SPBU Pakong. Situasi terparah terjadi di SPBU Desa Bumbungan, di mana antrean kendaraan mencapai satu kilometer sejak Senin (22/12/2025). “SPBU di sini antrean solar sejak kemarin sampai hari ini. Kalau pertalite dan pertamax lancar,” kata Kurniawan, warga sekitar SPBU.
Menurut keterangan warga, kendaraan yang mengantre didominasi truk. Akibatnya, terjadi kemacetan yang cukup parah di sekitar lokasi SPBU pada hari Senin.
Pertamina Klaim Stok Aman dan Pengiriman Berjalan
Menanggapi kelangkaan ini, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan komitmen perusahaan untuk menyalurkan BBM subsidi sesuai kuota yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
“Stok Biosolar di SPBU wilayah Pamekasan tersedia. Apabila terdapat SPBU yang mengalami kekosongan, kondisi tersebut bersifat sementara karena sedang dalam proses pengiriman,” tegas Ahad dalam pernyataannya.
Ia menegaskan bahwa penyaluran di lapangan tetap berjalan sesuai ketentuan dan telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Secara umum, ketersediaan Biosolar di SPBU wilayah Pamekasan dinyatakan dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Penyaluran ini dilakukan untuk memastikan BBM subsidi tetap tersedia dan dapat dinikmati masyarakat hingga akhir Desember 2025,” tambahnya.
Pernyataan optimistis dari Pertamina ini tampaknya belum sepenuhnya meredakan kepanikan di lapangan. Kesenyapan pompa solar di banyak SPBU telah memaksa para sopir, khususnya pengemudi kendaraan angkutan barang, menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre, mengganggu rantai distribusi dan aktivitas ekonomi di daerah tersebut. (***)










Leave a Reply