PWI JATIM – Tiga belas hari setelah dilaporkan hilang, kasus penculikan warga negara Ukraina berinisial IK alias Igor (28) di Bali memasuki babak baru yang mengerikan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Bali saat ini tengah berupaya keras mencocokkan sampel DNA korban penculikan dengan potongan tubuh manusia yang ditemukan di muara Sungai Wos, Pantai Ketewel, Gianyar, pada Kamis (26/2/2026) lalu.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy membenarkan bahwa pihaknya kini sedang melakukan proses identifikasi secara forensik untuk memastikan apakah potongan tubuh tersebut adalah Igor. Proses ini melibatkan pencocokan DNA dengan sampel dari orangtua korban.
“Masalah ditemukannya potongan tubuh yang kemarin kita temukan itu, kita lagi dalam proses identifikasi ini potongan tubuh siapa. Dengan mencocokkan DNA, salah satunya dengan mencocokkan DNA orangtua korban penculikan ini,” ujar Ariasandy kepada awak media, Sabtu (28/2/2026) .
Tato Bunda Maria dan Angka Romawi Jadi Petunjuk Kunci
Sejak awal penemuan, potongan tubuh tersebut menyisakan petunjuk penting. Pada salah satu lengan korban, terdapat tato bergambar wajah Bunda Maria dan sebuah jam dengan angka Romawi . Ciri ini dinilai memiliki kemiripan hingga 80 persen dengan tato yang dikenal melekat pada tubuh Igor .
Tim forensik menemukan potongan tubuh dalam kondisi tidak utuh, tersebar di sepanjang bibir pantai dan muara sungai. Bagian yang ditemukan meliputi kepala, potongan lengan, kaki, dada, hingga organ dalam . Seluruh bagian telah dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, untuk proses autopsi lebih lanjut.
Penculikan Berujung Tebusan Fantastis Rp 168 Miliar
Kronologi hilangnya Igor bermula pada Minggu malam, 15 Februari 2026, di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Saat itu, Igor bersama rekannya sedang berlatih mengendarai sepeda motor ketika dihadang dan diculik oleh sekelompok pria .
Tak lama setelah kejadian, sebuah video yang memperlihatkan kondisi Igor dalam keadaan babak belur viral di media sosial. Dalam rekaman itu, Igor yang tampak dengan mata lebam dan lengan diperban memohon kepada keluarganya untuk membayar tebusan sebesar 10 juta dolar AS atau setara dengan Rp 157 miliar hingga Rp 168 miliar .
Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa uang tebusan tersebut terkait dengan dugaan penipuan kripto yang melibatkan ayah Igor, Oleksandr “Narik” Petrovsky, yang dikenal sebagai bos mafia asal Ukraina .
Enam Tersangka Buron, Red Notice Diterbitkan
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali telah menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus penculikan ini. Mereka berinisial RM, VK, AS, VN, SM, dan DH .
Dari hasil pelacakan, polisi menemukan jejak para pelaku melalui GPS kendaraan sewaan yang mereka gunakan. Mobil Toyota Avanza tersebut terpantau sempat berhenti di sebuah vila di wilayah Tabanan. Di lokasi itu, polisi menemukan sampel darah yang kini juga diuji di laboratorium forensik .
Sayangnya, berdasarkan data perlintasan imigrasi, empat dari enam tersangka telah melarikan diri ke luar negeri melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Polda Bali telah memasukkan mereka ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dan berkoordinasi dengan Interpol untuk menerbitkan red notice .
“Sementara itu, dua tersangka lainnya dan korban belum terdeteksi meninggalkan wilayah Indonesia,” tegas Kombes Ariasandy . Dengan identitas korban yang terdata di imigrasi, polisi yakin Igor atau jenazahnya masih berada di wilayah Indonesia.
Polda Bali masih menunggu hasil uji laboratorium dan DNA untuk menentukan apakah potongan tubuh yang ditemukan di Pantai Ketewel adalah Igor. Hasil gelar perkara akan diumumkan setelah seluruh rangkaian penyelidikan forensik rampung. (***)










Leave a Reply