PWI JATIM – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Bali dan sekitarnya pada Minggu (1/3/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episentrum gempa berada di laut, tepatnya 60 kilometer tenggara Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Berdasarkan informasi resmi dari akun X (dahulu Twitter) BMKG @infobmkg, gempa terjadi pada pukul 10.52.51 WIB atau 11.52 WITA. Parameter gempa menunjukkan lokasi episenter di koordinat 9.26 Lintang Selatan (LS) dan 115.51 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman hiposenter 56 kilometer.
“Gempa Mag:4.8, 01-Mar-26 10:52:51 WIB, Lok: 9.26 LS – 115.51 BT (60 km Tenggara KUTASELATAN-BALI), Kedlmn: 56 Km,” tulis BMKG dalam unggahannya.
Getaran Dirasakan hingga Mataram
BMKG melaporkan bahwa getaran gempa tidak hanya dirasakan di wilayah Kuta Selatan, Badung, sebagai titik terdekat episentrum, namun juga menyebar ke sejumlah daerah di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), sejumlah wilayah melaporkan getaran pada skala intensitas yang bervariasi. Di Denpasar, Badung, Tabanan, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Mataram, getaran dirasakan pada skala III MMI.
Skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah. Getaran tersebut setara dengan getaran yang terasa seperti ada truk besar yang melintas di dekat rumah.
Sementara itu, wilayah Gianyar, Lombok Timur, Sumbawa Besar, dan Sumbawa Barat merasakan getaran pada skala intensitas II MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung seperti lampu hias atau tirai tampak bergoyang.
Tidak Berpotensi Tsunami
Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan signifikan akibat gempa tersebut. Pihak BMKG juga memastikan bahwa gempa dengan parameter ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta memeriksa kondisi rumah untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural yang membahayakan stabilitas bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.
Informasi terkini mengenai gempa bumi dapat diakses masyarakat melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi mobile dan media sosial @infobmkg. (***)










Leave a Reply