PWI JATIM – Fenomena cuaca ekstrem berupa hujan es disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (21/2/2026) petang. Bencana yang terjadi menjelang waktu berbuka puasa itu mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan rumah warga, khususnya di Desa Kepuhkembeng.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Wiko F. Diaz, mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara yang dihimpun petugas di lapangan, dampak kerusakan tersebar di beberapa dusun di wilayah Desa Kepuhkembeng. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap bangunan yang ambruk diterjang angin.
“Di Dusun Klagen, atap Mushola MI Miftahul Ulang ambruk. Kemudian di Dusun Babatan, satu rumah warga rusak, dan satu rumah lainnya di Dusun Kembeng juga mengalami kerusakan,” ujar Wiko saat dikonfirmasi, Sabtu malam.
Sementara itu, di Dusun Kandangan, terjangan angin menyebabkan kerusakan pada Balai Dusun serta dua rumah milik warga setempat. Wiko memaparkan bahwa fenomena hujan es dan angin kencang ini berlangsung singkat namun cukup dahsyat, tepat ketika warga tengah bersiap menyambut waktu berbuka puasa.
Penanganan Darurat dan Imbauan Waspada
Pasca-kejadian, BPBD Jombang segera menerjunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat setelah menerima laporan melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops).
“Intensitas curah hujan memang cukup tinggi disertai angin kencang sehingga banyak laporan kejadian yang kami terima,” jelas Wiko.
Ia menegaskan bahwa proses penanganan dilakukan dengan skala prioritas, terutama pada titik-titik kerusakan yang dianggap membahayakan keamanan publik. Wiko juga membenarkan laporan warga terkait fenomena hujan es yang menyertai badai tersebut.
“Iya, ada laporan hujan es juga. Namun, kami bersyukur, alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tim kami terus siaga dan bergerak cepat untuk melakukan antisipasi serta penanganan di lokasi-lokasi terdampak,” tambahnya.
Hingga Sabtu malam, petugas gabungan bersama warga masih berupaya membersihkan puing-puing bangunan dan mengevakuasi material atap yang roboh agar tidak mengganggu aktivitas warga. BPBD Jombang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi mengingat kondisi puncak musim hujan. (***)










Leave a Reply