PWI JATIM – Bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari, namun duka masih menyelimuti ribuan penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Berdasarkan data real-time dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui laman gis.bnpb.go.id, tercatat sebanyak 6.052 warga masih harus bertahan di tenda-tenda pengungsian hingga Selasa (17/2/2026).
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pengungsi, terutama terkait pelaksanaan ibadah puasa yang tidak lama lagi akan tiba. Mereka mengeluhkan lambatnya pembangunan hunian sementara (huntara) yang dijanjikan pemerintah.
Datok Penghulu (Kepala Desa) Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Khairi Ramadhan, menyampaikan bahwa warganya sangat berharap pembangunan huntara dapat segera dirampungkan. “Huntara belum selesai, pastinya masyarakat mengeluh karena belum siap huntara,” ujarnya, Selasa.
Ia mendesak agar pembangunan huntara dikebut agar warga bisa segera meninggalkan tenda pengungsian dan menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan lebih nyaman. “Kami berharap ada percepatan, agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang dan khusyuk,” imbuhnya.
Keluhan serupa disampaikan Datok Penghulu Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Ibrahim. Pria yang akrab disapa Tok Bram ini mengungkapkan bahwa huntara untuk warganya juga belum rampung. Bahkan, lahan untuk pembangunan baru saja dibersihkan beberapa hari lalu. “Puasa sudah pasti di tenda pengungsian. Karena baru dibersihkan beberapa hari lalu lahan untuk huntaranya,” terangnya dengan nada pasrah.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang, Iman Suhery, belum memberikan tanggapan terkait jumlah pasti pengungsi dan progres pembangunan huntara di wilayahnya. Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij, menyatakan akan melakukan verifikasi terlebih dahulu. “Saya cek dulu,” ujarnya singkat.
Progres Pembangunan Huntara
Di tengah keluhan warga, posko satuan tugas penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah Aceh merilis data terkini pembangunan huntara. Hingga 15 Februari 2026, baru 6.211 unit huntara yang dinyatakan rampung di seluruh wilayah Aceh.
Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan jumlah huntara terbanyak yang telah selesai dibangun, yakni 1.424 unit. Disusul kemudian Aceh Tamiang dengan 1.110 unit, Gayo Lues 838 unit, dan Aceh Timur sebanyak 723 unit. Sejumlah kabupaten lain seperti Bener Meriah, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Nagan Raya, Kota Lhokseumawe, Langsa, Pidie, dan Aceh Barat juga terus dikejar penyelesaiannya.
Dengan waktu yang semakin mendekati bulan Ramadhan, para penyintas berharap pemerintah tidak hanya fokus pada data, tetapi juga pada realisasi di lapangan agar mereka dapat menyambut bulan penuh berkah dengan tempat tinggal yang layak. (***)










Leave a Reply