Koper Wisatawan Thailand Raib di Bromo, Parkir Liar Diduga Jadi Celah Aksi Kriminal

Koper Wisatawan Thailand Raib di Bromo, Parkir Liar Diduga Jadi Celah Aksi Kriminal

PWI JATIM – Dunia pariwisata Kabupaten Probolinggo tercoreng setelah tujuh koper milik wisatawan asal Thailand dilaporkan hilang di kawasan wisata Gunung Bromo. Insiden yang terjadi akhir pekan lalu itu kini tengah dalam penyelidikan kepolisian.

Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo menyayangkan kejadian tersebut. Berdasarkan penelusuran awal di lapangan, kendaraan yang ditumpangi rombongan wisatawan asal Negeri Gajah Putih itu diduga diparkir di lokasi yang tidak semestinya.

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, mengungkapkan bahwa kendaraan tersebut berhenti di tepi jalan umum saat kejadian berlangsung. Hal ini dinilai menjadi celah yang memudahkan pelaku untuk beraksi.

“Kendaraan yang dinaiki turis asal Thailand tersebut parkir di tepi jalan umum. Kami terus berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta asosiasi seperti ASITA dan PHRI untuk menjaga keamanan wisatawan,” ujar Heri kepada Kompas.com pada Senin (16/2/2026).

Heri menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo sebenarnya telah menyediakan sejumlah kantong parkir resmi yang terjamin keamanannya. Lokasi tersebut meliputi area Terminal Seruni Point, Rest Area Cemoro Lawang, Pendopo Agung Ngadisari, dan Wisma Ucik. Area-area ini dilengkapi dengan petugas keamanan yang berjaga.

“Kami selalu mengimbau wisatawan untuk waspada. Jangan parkir di tempat yang tidak semestinya, apalagi tanpa penjaga, dan jangan meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan,” tambahnya.

Terkait bukti pendukung seperti rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, Heri menyebut hal itu masih dalam pendalaman pihak berwajib. Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Polres Probolinggo guna mempercepat proses identifikasi pelaku.

Menurut Heri, aksi kriminal ini tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga mencederai citra pariwisata Probolinggo. Hal ini dinilainya sangat disayangkan, terlebih di tengah gencarnya upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata pasca-pandemi.

“Kejadian ini mencederai upaya kami dalam membangun pariwisata. Kami berharap pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya agar memberikan rasa aman kembali bagi wisatawan,” pungkas Heri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait insiden tersebut untuk segera melapor. (***)

arya88

anakslot

supervegas88

hahacuan

hahacuan

sbobet