Sambut Imlek hingga Idul Fitri, BI Siapkan Uang Baru Rp1,1 Triliun

Sambut Imlek hingga Idul Fitri, BI Siapkan Uang Baru Rp1,1 Triliun

PWI JATIM – Menjelang rangkaian hari besar keagamaan yang berlangsung dalam waktu berdekatan, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan uang layak edar senilai Rp1,1 triliun. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang fisik, mulai dari perayaan Imlek, bulan Ramadhan, hingga Idul Fitri 2026.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kepulauan Bangka Belitung, Farid Tamsil, menyatakan bahwa ketersediaan uang tersebut diharapkan mampu menjawab lonjakan permintaan tunai yang biasanya terjadi selama momen hari besar keagamaan.

“Bank Indonesia Bangka Belitung menyiapkan uang layak edar sebesar Rp1,1 triliun. Kami berharap kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi melalui layanan ini,” ujar Farid dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/2/2026).

Meski menyediakan layanan penukaran tunai, BI tetap mendorong masyarakat untuk mulai membiasakan diri dengan transaksi non-tunai seperti penggunaan QRIS, pengisian ulang uang elektronik (top-up), dan transfer bank demi keamanan serta kenyamanan bertransaksi selama periode tunjangan hari raya.

Penukaran Hanya melalui Aplikasi PINTAR

Untuk memastikan distribusi yang merata dan menghindari antrean panjang, BI memberlakukan sistem pemesanan wajib melalui Aplikasi PINTAR. Masyarakat dapat menukarkan uang dengan maksimal Rp5,3 juta per paket.

“Layanan penukaran tersebar pada 87 lokasi di seluruh wilayah Bangka dan Belitung,” jelas Farid.

Ia merinci, pemesanan tahap pertama telah dibuka sejak 14 Februari 2026. Selanjutnya, pemesanan tahap kedua akan dibuka mulai 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB. Adapun layanan penukaran terpadu dipusatkan di Alun-Alun Taman Merdeka, Pangkalpinang, pada 2–3 Maret 2026.

Program ini merupakan bagian dari Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026 yang resmi diluncurkan di kantor BI Bangka Belitung pada 13 Februari lalu. Program tersebut menandai dimulainya layanan pemenuhan kebutuhan uang rupiah bagi masyarakat selama periode hari besar keagamaan.

“Program Serambi mencakup berbagai kanal layanan, mulai dari layanan kas keliling, penukaran ritel di perbankan, hingga penukaran terpadu yang akan dipusatkan di Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang,” ungkap Farid.

Edukasi Cinta Rupiah dan Waspada Uang Palsu

Selain melayani penukaran, BI juga memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi masyarakat mengenai kampanye Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Masyarakat diimbau untuk menjaga kualitas uang fisik melalui prinsip 5J: Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi.

Terkait keamanan, Farid mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap peredaran uang palsu dengan menerapkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

“Selama kondisi uang bersih, utuh, dan asli, maka uang tersebut tetap layak edar dan sah digunakan. Uang tidak harus baru, yang penting nominalnya jelas dan kondisinya terjaga,” pungkasnya. (***)

arya88

anakslot

supervegas88

hahacuan

hahacuan

sbobet