Pemprov Jatim Turun ke Jember, Assessment Jembatan Roboh Akibat Banjir

Pemprov Jatim Turun ke Jember, Assessment Jembatan Roboh Akibat Banjir

PWI JATIM – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur turun langsung ke Kabupaten Jember untuk meninjau sejumlah infrastruktur vital yang runtuh diterjang banjir, Minggu (15/2/2026). Lawatan ini dilakukan guna memetakan tingkat kerusakan pascabencana yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (12/2/2026) lalu, sekaligus menyusun rencana percepatan rehabilitasi.

Tiga jembatan dilaporkan ambruk akibat terjangan arus sungai yang deras, yakni Jembatan Cinta di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi; Jembatan Merah Putih di Desa Pakis, Kecamatan Panti; serta Jembatan Sentool di Desa Suci, Kecamatan Panti.

Kepala Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaja, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pendalaman teknis di setiap lokasi untuk menentukan metode perbaikan yang tepat.

“Kami akan melihat dulu di lapangan secara detail. Jika harus ganti, ya, kita ganti,” ujarnya saat ditemui di sela-sela peninjauan.

Debit Air Lampaui Kapasitas Desain

Edy menjelaskan, secara struktural, tidak ditemukan kelemahan fundamental pada konstruksi jembatan. Namun, tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan hulu menyebabkan volume air melonjak drastis hingga melampaui ambang batas desain jembatan.

“Ketika hujan turun dengan durasi lama dan intensitas tinggi, debit air meningkat drastis hingga terjadi overtopping atau air meluap melampaui lantai jembatan. Kemudian menyeret konstruksinya hingga roboh,” paparnya.

Faktor topografi turut memperparah kondisi. Posisi jembatan yang rendah membuatnya semakin rentan saat aliran sungai membesar. Ke depan, Edy mempertimbangkan adanya rekayasa ulang desain, termasuk penambahan elevasi jembatan agar lebih adaptif terhadap potensi cuaca ekstrem yang kian tidak menentu.

“Kami akan mempertimbangkan penambahan tinggi jembatan nantinya. Sehingga diharapkan bisa meminimalisasi risiko kerusakan kembali,” imbuhnya.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan kapan proses rekonstruksi akan dimulai. Perencanaan dan kajian teknis yang mendalam, menurutnya, harus menjadi prioritas sebelum pelaksanaan di lapangan. Hasil evaluasi ini nantinya akan dilaporkan kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Banjir Terparah dalam Satu Dekade

Dalam peninjauan tersebut, rombongan PU Bina Marga Jatim didampingi oleh Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Kabupaten Jember. Ketua Satgas, Akhmad Helmi Luqman, menyebut bahwa bencana banjir yang melanda Jember pada Kamis lalu merupakan yang terparah dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.

Hal ini, menurutnya, menegaskan urgensi penanganan infrastruktur yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga antisipatif terhadap perubahan iklim.

“Kami bersama provinsi akan terus berkoordinasi. Infrastruktur yang roboh ini bukan sekadar akses warga, tapi juga denyut ekonomi masyarakat,” tutup Helmi. (***)

arya88

anakslot

supervegas88

hahacuan

hahacuan

sbobet