Duka Nelayan Sumenep: Dua Kapal Hilang dalam Sepekan, 8 ABK Belum Ditemukan

Duka Nelayan Sumenep: Dua Kapal Hilang dalam Sepekan, 8 ABK Belum Ditemukan

PWI JATIM – Duka menyelimuti warga Desa Pulau Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Dalam kurun waktu sepekan, dua kapal motor asal desa tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan laut. Satu kapal dinyatakan karam, sementara satu lainnya hingga kini masih hilang kontak, dengan total delapan anak buah kapal (ABK) belum ditemukan.

Peristiwa terbaru menimpa KM Nur Azizah, sebuah kapal pengangkut muatan yang dinahkodai oleh Herdra bersama tiga orang ABK. Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagerungan Kecil pada Selasa (10/2/2026) pukul 22.00 WIB, membawa muatan ikan segar dan kelapa tujuan Pelabuhan Pantai Boom, Banyuwangi .

Perangkat Desa Pagerungan Kecil, Abdul Rahim, mengungkapkan keprihatinannya. Berdasarkan jadwal estimasi, KM Nur Azizah seharusnya tiba di Banyuwangi pada Rabu (11/2/2026) siang sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, hingga Jumat (13/2/2026), kapal tak kunjung merapat dan seluruh komunikasi dengan awak kapal terputus .

“Seharusnya sudah sampai siang hari sekitar jam 15.00 WIB. Tapi sampai sekarang belum ada informasi, kapal hilang kontak,” ujar Rahim, Jumat (13/2/2026) .

Pencarian Mandiri Beluah Hasil

Mengetahui kapal tak kunjung tiba, warga dan nelayan setempat segera bergerak melakukan pencarian secara mandiri. Upaya pencarian difokuskan di sepanjang jalur pelayaran yang biasa dilalui kapal-kapal dengan rute Pagerungan Kecil–Banyuwangi .

“Kemarin sore sekitar jam 15.00 WIB sudah dilakukan pencarian di sekitar rute Banyuwangi–Pagerungan yang biasa dilewati kapal-kapal loading dari Sapeken, tapi belum ada hasil,” tambah Rahim .

Rentetan Peristiwa Tingkatkan Kekhawatiran

Hilangnya KM Nur Azizah menambah panjang daftar kecelakaan laut yang dialami warga Pagerungan Kecil. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah kapal lain asal desa yang sama, KM Kembang Kurma, dilaporkan karam di perairan utara Pulau Lombok pada awal Februari lalu. Nahkoda dan tiga ABK dari KM Kembang Kurma hingga kini juga masih belum ditemukan .

“Ini yang membuat warga cemas. Dalam waktu sepekan, sudah dua kapal asal Pagerungan Kecil bermasalah di laut,” ungkap Rahim .

Kondisi ini menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat setempat yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada aktivitas melaut dan pelayaran antarpulau. Rahim menjelaskan, rentetan kejadian tragis ini membuat keluarga nelayan hidup dalam kekhawatiran setiap kali anggota keluarganya berangkat melaut .

Harapan akan Respons Cepat Tim SAR

Menghadapi situasi darurat ini, Rahim mendesak pihak terkait, terutama tim Search and Rescue (SAR), untuk segera turun tangan. Ia meminta respons cepat mengingat kondisi cuaca laut yang tidak menentu dapat semakin mempersulit upaya pencarian dan penyelamatan .

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas pelabuhan maupun Basarnas terkait upaya pencarian terhadap kedua kapal yang hilang tersebut. Keluarga korban dan warga Pagerungan Kecil hanya bisa berharap dan terus memanjatkan doa agar sanak saudara mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat. (***)

arya88

anakslot

supervegas88

hahacuan

hahacuan

sbobet