PWI JATIM – Sebanyak 400 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum Panyeppen, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, terpaksa dievakuasi dan dipulangkan secara darurat menyusul insiden kebakaran hebat yang melanda kompleks asrama, Jumat (6/2/2026) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan 14 kamar santri, satu gedung perpustakaan, dan dua ruang kantor.
Berdasarkan keterangan pengurus Yayasan Al-Miftah, R Maltuful Anam, seluruh santri yang menempati kamar-kamar yang terbakar telah dipulangkan lebih awal dari jadwal semula. “Rencananya santri akan dipulangkan serentak pada tanggal 5 Ramadhan. Tapi karena ada musibah darurat ini mereka semua dipulangkan,” ujar Anam di Pamekasan, Sabtu (7/2/2026).
Proses Evakuasi dan Pemulangan Terkendali
Proses pemulangan darurat segera dijalankan untuk menjamin keselamatan dan keamanan santri. Sejak pagi hari, ratusan santri dikumpulkan di aula pesantren untuk menunggu penjemputan keluarga masing-masing.
“Penjemputan sudah mulai dilakukan sejak pukul 07.00 pagi dan disampaikan melalui grup wali santri,” jelas Anam, yang akrab disapa Ra Maltuf. Ia menegaskan bahwa penjemputan harus dilakukan langsung oleh orang tua atau pihak yang membawa surat kuasa, guna memastikan setiap santri tiba di rumah dengan selamat.
Seluruh Santri Selamat, Api Meluas Cepat
Kabarnya, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Saat api berkobar, para santri belum beristirahat dan sedang baru kembali ke asrama usai mengikuti kegiatan pesantren.
“Untungnya kebakaran bukan larut malam. Api saat itu sangat cepat sekali,” tutur Anam. Ia menceritakan, api pertama kali membakar gedung perpustakaan sebelum dengan cepat menjalar ke 14 kamar asrama dan dua ruang kantor di sekitarnya. Para santri berhasil menyelamatkan diri tepat waktu.
Upaya Pemadaman Melibatkan Banyak Personel
Dalam upaya memadamkan kobaran api, petugas Damkar mengerahkan sumber daya cukup besar. Dua unit mobil pemadam kebakaran dan lima mobil tangki suplai dikerahkan ke lokasi, didukung oleh setidaknya 20 personel yang berjibaku mengendalikan si jago merah.
Pemulangan darurat ratusan santri ini menjadi langkah antisipatif pesantren untuk memprioritaskan keselamatan anak asuh, sementara upaya penanganan pascakebakaran dan perhitungan kerugian material masih terus dilakukan. (***)










Leave a Reply