PWI JATIM – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menorehkan pencapaian monumental di dunia pendidikan tinggi dengan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rekor tersebut dicapai melalui program mobilitas akademik mahasiswa yang menghasilkan 11.524 karya inovatif, mencatatkan Unesa sebagai penyelenggara program serupa dengan karya terbanyak di Indonesia.
Penghargaan dengan kategori “Prestasi Karsa dan Karya Superlatif” ini diserahkan langsung oleh perwakilan MURI, Malwan Rahargo, dalam rangkaian Festival Mobilitas Akademik Mahasiswa 2026 yang digelar Unesa, Sabtu (7/2).
“MURI mencatat kriteria superlatif atau sebagai hal yang terbanyak di bidang pendidikan pada program mobilitas akademik dengan menghadirkan sebanyak 11.524 karya. Dan ini merupakan yang terbanyak di Indonesia,” tegas Malwan Rahargo di hadapan media. Ia menambahkan, rekor ini sekaligus membuktikan komitmen Unesa dalam menghadirkan pendidikan yang kolaboratif, adaptif, dan berdampak luas bagi bangsa.
Bridging Theory and Practice: Kunci Sukses MBKM Unesa
Pencapaian ini merupakan buah dari implementasi intensif program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tahun akademik 2025-2026. Sebanyak delapan skema mobilitas akademik, seperti magang, penelitian mandiri, dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), dilaksanakan dengan melibatkan ribuan mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., menegaskan bahwa festival dan program ini adalah upaya strategis untuk memastikan lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara praktis.
“Menurut pengguna (industri), beberapa kelemahan mahasiswa bukan pada academic skill atau hard skill, tetapi soft skill, seperti kemampuan berkomunikasi, problem solving, dan kolaborasi. Itu tidak mungkin tumbuh kalau mahasiswa tidak dicelupkan dalam pengalaman nyata,” papar Martadi.
Seluruh kegiatan mobilitas akademik tersebut diakui setara dengan perkuliahan, dengan konversi hingga 20 Satuan Kredit Semester (SKS) selama empat bulan. “Mereka menerapkan materi yang sudah didapatkan selama enam semester dalam pengalaman langsung di lapangan, sekaligus mendapatkan masukan berharga dari praktisi,” jelasnya.
Dampak Nasional dan Penguatan IKU
Capaian 11.524 karya ini bukan sekadar angka, melainkan pengalaman kolektif yang semakin mengukuhkan posisi Unesa sebagai pelopor MBKM di tingkat nasional. Prestasi ini berjejer dengan pencapaian sebelumnya di mana Unesa meraih predikat Juara Satu MBKM tingkat nasional untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) pada 2025.
Lebih dari itu, Martadi menyebut program mobilitas akademik berkontribusi signifikan terhadap pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam hal kelulusan tepat waktu dan peningkatan daya serap lulusan di dunia kerja.
“Dengan mobilitas akademik ini, mahasiswa bisa mengetahui langsung kemampuan apa yang dibutuhkan dunia kerja. Masukan itu nanti kami tarik untuk memperbaiki kurikulum, bahkan melibatkan mitra untuk mengajar di kampus melalui program praktisi mengajar,” pungkas Martadi.
Rekor MURI ke-12.623 ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan pendidikan yang kolaboratif dan berorientasi pada pengalaman lapangan mampu menghasilkan bukan hanya lulusan yang kompeten, tetapi juga karya-karya inovatif yang membawa nama institusi dan bangsa. (***)










Leave a Reply