PWI JATIM – Sebuah jembatan darurat penghubung Desa Nambak dan Desa Koripan, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ambrol pada Kamis (5/2/2026) dinihari. Insiden tersebut mengakibatkan dua karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ponorogo mengalami luka-luka setelah terjatuh bersama sepeda motor yang mereka tumpangi.
Kedua korban diidentifikasi sebagai Sri Winih (48) dan Anik Wijayanti (31), warga Desa Bekare, Kecamatan Bungkal. Mereka melintasi jembatan berbahan besi sepanjang 20 meter itu menggunakan motor Honda Supra X bernopol AE 2050 SAL dalam perjalanan berangkat kerja ke SPPG Belang.
“Korban satu mengalami luka berat dan satu luka ringan,” jelas Kepala Polsek Bungkal, AKP HM Anwar Fatoni, di ruang kerjanya, Kamis (5/2/2026).
Sri Winih dikabarkan mengalami patah tulang tangan kiri dan sedang menjalani perawatan intensif di RSU Aisyiyah Ponorogo. Sementara Anik Wijayanti menderita luka sobek di dagu dan luka terbuka di tangan kanan.
Peringatan Sudah Diberikan, Korban Diduga Tergesa-gesa
Menurut AKP Anwar, pihak pemerintah desa dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) sebelumnya telah mengingatkan bahwa jembatan tersebut tidak layak dilintasi, terutama untuk kendaraan roda empat.
“Sudah ada tanda-tanda peringatan dini. Karena korban tergesa-gesa, akhirnya terperosok,” tambah Anwar.
Jembatan darurat jenis bailey itu dibangun sekitar tujuh tahun lalu sebagai solusi sementara setelah jembatan permanen setempat roboh diterjang banjir pada 2019. Namun, fondasi sisi selatan jembatan telah mengalami kerusakan sejak 2022, membuat kondisinya semakin membahayakan.
Warga Sempat Dengar Suara Gemuruh dan Teriakan Minta Tolong
Siti Maryam, warga Desa Nambak, mengaku sempat mendengar suara gemuruh sekitar pukul 01.00 WIB, namun tidak menyangka bahwa itu adalah suara jembatan ambrol.
“Sekitar 30 menit kemudian, ia mendengar suara keras disusul teriakan minta tolong,” ujarnya.
Saat ini, akses ke jembatan yang telah ambrol tersebut telah ditutup dengan menggunakan tangga besi dan penghalang berupa pot tanaman untuk mencegah warga melintas. Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan infrastruktur darurat dan pentingnya penegakan peringatan bahaya demi keselamatan masyarakat. (***)










Leave a Reply