PWI JATIM– Sebuah insiden kerja tragis merenggut nyawa seorang pekerja di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Senin (2/2/2026) pagi. Seorang tenaga bongkar muat berinisial K (68), warga Lamongan, tewas setelah tertimpa dan terbawa hanyut oleh peti kemas yang berjatuhan dari Kapal Pacific 8 yang tiba-tiba miring.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Surabaya, Linda Novanti, menguraikan kronologi kejadian yang dilaporkan sekitar pukul 07.00 WIB tersebut. Saat kejadian, terdapat enam orang di lokasi, terdiri dari empat tenaga TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat), satu ABK (Anak Buah Kapal), dan satu foreman PMT. Kapal Pacific 8 diduga mengalami kemiringan secara tiba-tiba saat proses pembongkaran muatan akan dilakukan.
“Ketika terjadi kemiringan di kapal, muatan (peti kemas) mulai berjatuhan, dan enam orang yang sedang kerja berusaha menyelamatkan diri untuk evakuasi ke dermaga,” jelas Linda, Senin.
Upaya penyelamatan diri berlangsung dalam kepanikan. Meski demikian, lima orang berhasil mencapai dermaga dengan selamat. Korban, K, menjadi satu-satunya yang tidak berhasil menyelamatkan diri. Para saksi mata sempat melihat korban dalam kondisi tak sadar setelah terhimpit kontainer.
“Lima orang yang berhasil selamat ke dermaga sempat menyaksikan korban terhimpit kontainer dalam keadaan tidak sadar. Sekian detik kontainer terbuka lalu hanyut,” tutur Linda.
Tim gabungan kemudian melakukan upaya pencarian. Korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, mengambang di perairan sekitar lokasi kejadian. “Korban ditemukan mengambang di tengah laut dengan jarak kurang lebih 300 meter dari titik awal kejadian. Jenazah sudah dibawa menggunakan ambulans ke RS PHC,” pungkas Linda.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam kerja biru khas TKBM, dilengkapi kacamata dan helm putih. Insiden ini kembali menyoroti aspek keselamatan kerja (K3) di lingkungan pelabuhan yang sarat risiko. Investigasi lebih lanjut dari pihak berwenang diperlukan untuk menentukan penyebab pasti kemiringan kapal dan apakah ada prosedur keselamatan yang dilanggar. (***)










Leave a Reply