PWI JATIM – Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil melarikan diri dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk pada Kamis (22/1/2026) siang. Pelaku melakukan aksi nekat dengan menjebol plafon dapur rutan sebelum akhirnya melompati pagar pembatas. Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pengejaran intensif aparat gabungan.
Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya, membenarkan insiden tersebut namun menahan diri untuk mengungkap identitas pelaku demi kelancaran operasi pengejaran. “Betul, kami pengejaran dulu ya Mas,” kata Arief saat dikonfirmasi via telepon.
Modus Pelarian: Manfaatkan Ruang Kosong
Arief menjelaskan kronologi pelarian yang terekam jelas dalam kamera pengawas (CCTV). Pelaku memanfaatkan kondisi dapur yang telah kosong usai seluruh aktivitas memasak berakhir pada pukul 10.30 WIB. Dengan alasan dari kamar mandi, pelaku memasuki area dapur sekitar pukul 11.00 WIB.
“Jebol plafon dapur. Pakai alat kurang apa kurang tahu, kan cuma plafon saja kan enteng,” tutur Arief, menduga pelaku menggunakan alat sederhana untuk merusak bagian plafon guna membuka akses keluar. Dari rekaman CCTV terlihat, satu jam setelah berada di dapur, tepatnya pukul 12.00 WIB, pelaku akhirnya berhasil melompati pagar rutan dan melarikan diri.
Pengejaran dan Penyidikan Dijalankan
Menghadapi situasi ini, pihak Rutan Nganjuk telah mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi penuh dengan aparat keamanan. “Kami minta bantuan dari Polres, dari Kodim juga. Untuk melakukan pengejaran,” jelas Arief.
Konfirmasi bantuan tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadhi. “Iya, dari Polres kan membantu melakukan pencarian untuk (warga binaan) yang kabur itu. Polsek-polsek juga membantu untuk pencariannya,” kata Fajar.
Tidak hanya fokus pada pengejaran, kepolisian juga tengah mendalami penyelidikan untuk mengungkap secara detail mekanisme pelarian, termasuk kemungkinan adanya faktor kelalaian atau kolusi di dalam rutan. Fajar menambahkan bahwa pihaknya akan menyebarkan foto buronan untuk mempermudah dan mempersempit ruang gerak pelaku.
Insiden ini kembali menyoroti kerentanan keamanan di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan serta efektivitas pengawasan terhadap WBP. Publik kini menunggu hasil dari operasi gabungan TNI-Polri untuk menangkap kembali buronan tersebut. (***)










Leave a Reply