PWI JATIM – Sebanyak 200 tukang becak lanjut usia (lansia) di Kota Surabaya menerima bantuan becak listrik yang diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah acara di halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (22/1/2026). Ratusan kendaraan roda tiga bertenaga listrik itu terparkir rapi, dengan foto Presiden menghiasi bodinya, sebelum resmi diserahkan kepada para penerima.
Para penerima bantuan, yang mayoritas telah berusia senja, terlihat memasuki tenda acara dengan mengenakan kaus seragam putih. Mereka duduk di kursi yang telah disediakan, menyambut penyerahan bantuan yang diklaim akan mengubah mata pencaharian mereka.
Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Teguh Arief Indratmoko, dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh pembelian 200 unit becak listrik tersebut menggunakan dana pribadi Presiden Prabowo Subianto.
“Kami dari Yayasan GSN memberikan bantuan becak listrik sejumlah 200 becak listrik, untuk para pengemudi di Surabaya,” ujar Teguh di hadapan para penerima dan undangan.
Program Nasional Bertahap, Target 80.000 Penerima
Penyerahan di Surabaya ini bukanlah akhir, melainkan justru awal dari sebuah program berskala nasional. Teguh mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan yang dilakukan yayasannya, terdapat sekitar 80.000 tukang becak di seluruh Indonesia yang berhak menerima bantuan serupa.
“Sekarang bertahap (penyalurannya), mulai (tukang becak) yang usia 70 tahun ke atas, turun ke 60 tahun ke atas, turun lagi ke 50 tahun sampai semuanya dapat semua,” jelas Teguh mengenai skema prioritas penyaluran.
Yayasan GSN disebutkan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan verifikasi dan pendataan calon penerima. Model kerjasama serupa diharapkan dapat diterapkan di daerah-daerah lain untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Dukungan Pemerintah Kota: Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang hadir dalam acara tersebut menyambut positif bantuan ini. Menurutnya, transformasi dari becak kayuh ke becak listrik tidak hanya meringankan beban fisik para tukang becak yang sudah lansia, tetapi juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi.
“Becak ini bisa menambah ekonomi bagi warga kami di Surabaya yang sehari-harinya bekerja sebagai pengemudi becak. Bagaimanapun ini akan menggerakkan ekonomi,” kata Eri Cahyadi.
Bantuan becak listrik ini diharapkan dapat memperpanjang usia produktif para pekerja tradisional yang rentan tersingkirkan karena keterbatasan fisik. Program ini juga mengundang perhatian terhadap nasib pekerja sektor informal di tengah percepatan transisi menuju kendaraan ramah lingkungan. Keberhasilan penyaluran tahap awal di Surabaya akan menjadi tolok ukur bagi perluasan program ke berbagai kota di Indonesia. (***)










Leave a Reply