PWI JATIM – Serangkaian banjir yang melanda Kabupaten Probolinggo dalam sepekan terakhir tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga menghancurkan infrastruktur vital. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat dampak parah pada sejumlah jembatan dan fasilitas publik akibat debit air sungai yang meluap ekstrem pada 11, 16, dan 17 Januari.
Bencana yang menerjang delapan kecamatan itu menyebabkan lima jembatan putus total dan tiga jembatan lainnya rusak berat, mengganggu mobilitas dan distribusi logistik antarwilayah.
“Terdapat lima jembatan putus yakni di Dusun Beji, Desa Banjarsari; jembatan penghubung Desa Jangur–Desa Sumberbendo; jembatan penghubung Desa Brani Wetan–Desa Sumbersecang; serta jembatan di Dusun Mendek Kulon Desa Sumberkramat dan Desa Kalianan,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (20/1).
Tiga jembatan lainnya yang mengalami kerusakan parah berada di titik penghubung Desa Ambulu–Desa Sumberbendo, Desa Satreyan–Desa Sumbersecang, serta di Desa Betektaman.
Dampak Signifikan pada Mobilitas dan Logistik
Oemar mengakui bahwa kerusakan infrastruktur ini membawa konsekuensi besar bagi kehidupan warga. “Kerusakan dan putusnya jembatan itu tentu berdampak besar terhadap mobilitas warga dan distribusi logistik,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak ada warga yang terisolasi sepenuhnya. Akses menuju desa-desa lain masih dapat dicapai, meski harus melalui rute memutar dengan jarak tempuh yang lebih jauh.
“Kami terus berkoordinasi dengan perangkat daerah teknis untuk penanganan darurat dan rencana perbaikan,” tambah Oemar.
Sementara menunggu perbaikan permanen dari pemerintah, sejumlah warga dilaporkan telah mengambil inisiatif membangun jembatan darurat sementara untuk memulihkan konektivitas.
Prioritas Perbaikan dan Kerusakan Lain
BPBD saat ini masih berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemerintah desa untuk menentukan skala prioritas perbaikan jembatan mana yang harus didahulukan.
Selain jembatan, banjir juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur penahan tanah (plengsengan) serta fasilitas pendidikan. Data kerugian materiil secara menyeluruh masih dalam proses pendataan oleh tim gabungan.
Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan infrastruktur daerah terhadap cuaca ekstrem. Pemulihan akses transportasi menjadi kunci utama bagi pemulihan sosial-ekonomi masyarakat pascabencana di Kabupaten Probolinggo. (***)










Leave a Reply