PWI JATIM – Seorang perempuan lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Jenazah Enggraeni Indah Koesnawati (62) baru diketahui setelah warga mencium bau menyengat dari kediamannya dan melaporkan ke pihak berwajib, Sabtu (17/1).
Kapolsek Besuki, AKP Febry Hermawan, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (18/1). “Iya benar informasi tersebut, korban ditemukan meninggal kemarin, untuk penyebab kematian belum keluar,” kata Febry.
Dia menjelaskan, saat ditemukan kondisi jenazah sudah mengeluarkan bau tidak sedap. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya. “Diperkirakan begitu (meninggal beberapa hari yang lalu), sudah ada bau,” ujarnya.
Hidup Sendiri dan Rutinitas yang Terhenti
Kepala Desa Besuki, Husamah, mengungkapkan Enggraeni dikenal sebagai warga yang akrab dengan lingkungan sekitar. Korban bahkan memiliki kebiasaan berkunjung ke rumahnya hampir setiap hari untuk sekadar bersilaturahmi.
“Yang bersangkutan ini sudah empat hari tidak kelihatan, biasanya setiap hari bercengkrama dengan warga,” kata Husamah.
Ketiadaan aktivitas itu, ditambah dengan bau menyengat yang tercium dari rumah Enggraeni, memicu kecemasan warga. Mereka kemudian melaporkan hal tersebut dan bersama-sama memeriksa keadaan ke dalam rumah. Di dalam kamar tidur, Enggraeni ditemukan telah meninggal dunia di atas kasurnya.
“Kalau saya lihat tidak ada bekas penganiayaan, meninggal dunia di atas kasur kamar tidur. Yang bersangkutan ini memang hidup sebatang kara, keluarganya ada di Surabaya,” tambah Husamah.
Tunggu Hasil Visum
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian Enggraeni Indah Koesnawati masih belum diketahui. Petugas kepolisian dari Polsek Besuki telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan jenazah telah dibawa untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut (visum et repertum) guna menentukan sebab kematian yang sebenarnya.
Peristiwa ini menyoroti kembali kondisi lansia yang hidup sendiri (sebatang kara) di berbagai daerah. Peran sistem perhatian dari lingkungan sekitar dan keluarga menjadi krusial untuk memastikan kesejahteraan dan keamanan kelompok rentan ini. (***)










Leave a Reply