PWI JATIM – Sebanyak 10 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terendam banjir kiriman pada Sabtu (17/1) malam. Genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 10 sentimeter hingga 80 sentimeter menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah hulu di Kecamatan Lumbang, menyebabkan sejumlah sungai meluap.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, banjir melanda wilayah di Kecamatan Nguling, Winongan, dan Grati. “Tidak ada korban jiwa dalam banjir malam ini. Petugas masih tetap bersiaga namun jika diperlukan bantuan evakuasi, kami siap untuk membantunya,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, seperti dikutip Sabtu malam.
Rincian Daerah Terdampak
Di Kecamatan Nguling, tiga desa terkena dampak. Desa Nguling sendiri terdampak di empat dusun (Pandean, Gunungan, Krajan, dan Pasar) dengan ketinggian air 10-30 cm. Desa Mlaten terendam di Dusun Krajan (10 cm), sementara di Desa Penunggul, genangan mencapai 50-80 cm di Dusun Pesisir yang dekat dengan pantai, serta 10 cm di Dusun Sawahan.
Di Kecamatan Winongan, banjir melanda empat desa. Desa Bandaran mengalami genangan 30-60 cm di lima dusunnya. Desa Winongan Lor terendam di dua dusun (Tokwiro 30 cm dan Karangsono 10 cm), sedangkan Desa Winongan Kidul terdampak di Dusun Cokrpaten (20 cm) dan Serambi (15 cm). Desa Prodo juga dilaporkan terdampak.
Sementara itu, di Kecamatan Grati, banjir merendam tiga desa: Kedawung Kulon, Kedawung Wetan, dan Kalipang.
Penyebab dan Antisipasi
Sugeng Hariyadi menjelaskan, bencana ini merupakan banjir kiriman yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi di daerah hulu, khususnya Kecamatan Lumbang. Kondisi ini diperparah dengan hujan yang juga terjadi di wilayah dataran rendah di tiga kecamatan terdampak, sehingga kapasitas sungai tidak lagi mampu menampung aliran air dan akhirnya meluap ke permukiman warga.
Hingga berita ini diturunkan, petugas BPBD dan relawan masih terus melakukan pemantauan dan bersiaga di lokasi. Peringatan waspada juga disampaikan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan banjir lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi. (***)










Leave a Reply