PWI JATIM – Cuaca buruk yang melanda perairan Kabupaten Bangkalan selama sepekan terakhir memaksa ratusan nelayan setempat untuk menghentikan aktivitas melaut. Akibatnya, pasokan ikan segar menyusut drastis dan memicu kenaikan harga jual di tingkat nelayan hingga 30 persen, yang berpotensi lebih tinggi lagi saat sampai ke konsumen.
Kondisi angin kencang dan ombak tinggi membuat mayoritas nelayan enggan mengambil risiko untuk menebar jala. “Kami tidak berani melaut karena cuaca buruk,” ungkap Bilal Kurniawan, seorang nelayan dari Kecamatan Arosbaya, Jumat (16/1). Nelayan yang nekat menurunkan alat tangkap seperti bubu pun tak luput dari kerugian, karena alat tersebut rusak atau hilang akibat tidak dapat diangkat selama berhari-hari. “Ada yang sampai seminggu lebih tidak diambil, ada juga yang sampai rusak,” tambah Bilal.
Dampak ekonomi langsung terasa di rumah tangga para nelayan. Dengan pendapatan yang terputus, mereka terpaksa bertahan dengan tabungan atau meminjam kepada tetangga untuk memenuhi kebutuhan pokok. “Ya kami hanya bisa menunggu cuaca membaik. Karena kami takut keselamatan kami terancam,” kata Bilal, menggambarkan situasi sulit yang dihadapi komunitasnya.
Kelangkaan pasokan di tingkat produsen langsung mendorong inflasi harga ikan di pasar. Rosid, seorang nelayan dari Kecamatan Klampis, memberikan gambaran nyata kenaikan tersebut. Ikan Mayong yang biasanya dijual ke tengkulak seharga Rp 30.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 45.000. Sementara ikan Taragan naik dari Rp 20.000-an menjadi Rp 30.000 per kilogram, dan ikan Lancaran dari Rp 16.000 menjadi Rp 25.000 per kilogram.
“Memang berisiko. Namun kami harus tetap bertahan,” tutur Rosid, yang dalam sekali melaut di tengah kondisi buruk masih bisa mendapatkan hasil 60 hingga 100 kilogram ikan. Pernyataannya mengungkap dilema klasik nelayan: antara menjaga keselamatan dan mempertahankan sumber penghidupan.
Situasi ini mengancam stabilitas ekonomi wilayah pesisir Bangkalan dan berpotensi meningkatkan beban hidup masyarakat, baik di sisi produsen maupun konsumen. Nelayan kini berharap cuaca segera membaik agar roda perekonomian dan rantai pasok ikan dapat kembali berputar normal. (***)










Leave a Reply