PWI JATIM – Pasca-pandemi, sektor pariwisata Jawa Timur mencatat pemulihan yang luar biasa dengan hampir 20 juta pergerakan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Angka ini melampaui perkiraan awal dan menegaskan posisi provinsi tersebut sebagai destinasi utama di Indonesia.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur hingga 4 Januari 2026 menunjukkan total pergerakan mencapai 19.882.730, sekaligus mengkonfirmasi tren kenaikan yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, Jawa Timur tetap menjadi magnet wisatawan yang menghabiskan libur Nataru, bahkan jumlahnya terus meningkat,” tegas Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (5/1/2026). Ia menambahkan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara daya tarik alam, budaya, dan infrastruktur yang terus dibangun.
Kunjungan Langsung Tembus 10 Juta, Didominasi Wisatawan Nusantara
Tidak hanya pergerakan, kunjungan langsung ke berbagai Daya Tarik Wisata (DTW) juga memecahkan rekor dengan angka 10.004.117. Wisatawan nusantara masih menjadi penyumbang terbesar dengan 9.979.142 kunjungan, sementara wisatawan mancanegara (wisman) menyumbang 26.035 kunjungan.
Meski proporsinya masih kecil, kehadiran wisman menunjukkan tren positif. Khofifah mengaitkan hal ini dengan penyempurnaan jaringan infrastruktur, khususnya jalan tol yang kini menghubungkan berbagai destinasi secara lebih efisien.
“Kenaikan kunjungan wisman menunjukkan tren positif yang sangat baik, terlebih dengan dukungan infrastruktur jalan tol yang kini terkoneksi secara optimal,” jelasnya. Sebagai contoh, waktu tempuh dari Surabaya ke Banyuwangi kini hanya sekitar lima jam melalui jalur tol, sementara perjalanan menuju kawasan Malang Raya dapat ditempuh dalam satu hingga satu setengah jam.
Destinasi Alam Eksotis Jadi Primadona Wisatawan Mancanegara
Selama periode Nataru, preferensi wisatawan mancanegara condong ke destinasi alam eksotis yang memukau. Lima besar DTW favorit wisman didominasi oleh keajaiban alam Jawa Timur:
1. Air Terjun Tumpak Sewu Semeru di Kabupaten Lumajang
2. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
3. Teras Semeru Lumajang
4. Taman Nasional Baluran di Situbondo
5. Florawisata San Terra di Kabupaten Malang
Sementara itu, wisatawan nusantara lebih banyak mengunjungi objek wisata keluarga dan ikon daerah yang menawarkan ragam pengalaman rekreasi, mulai dari taman hiburan hingga destinasi kuliner.
Momentum untuk Berkelanjutan
Catatan gemilang ini bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata pemulihan ekonomi dan efektivitas strategi pengembangan pariwisata berbasis infrastruktur. Tantangan ke depan adalah menjaga keberlanjutan dengan meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat promosi untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan dapat mempertahankan momentum ini dengan inovasi dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. (***)










Leave a Reply