PWI JATIM – Sebuah insiden tawuran bersenjata tajam yang melibatkan puluhan mahasiswa berakhir tragis di Kota Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (27/12) dini hari. Satu mahasiswa dilaporkan tewas dengan luka bacok dan tusukan parah, sementara dua lainnya mengalami luka serius.
Peristiwa mencekam itu terjadi di Jalan Telaga Warna Blok E, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru—kawasan yang dikenal sebagai permukiman dan kos-kosan mahasiswa. Menurut keterangan warga setempat, Galimun (49), dua kelompok saling serang dengan senjata tajam sekitar pukul 03.00 WIB.
“Kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, warga tidak ada yang berani keluar waktu itu,” ujar Galimun, Sabtu.
Korban tewas diidentifikasi berinisial AKN (23), mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Galimun menjelaskan, korban mengalami luka bacok yang sangat parah di beberapa bagian tubuh, termasuk kepala, perut, wajah, dan punggung. “Ada tujuh luka tusukan di tubuh korban, hingga dinyatakan meninggal dunia,” tambahnya.
Dua korban luka-luka yang dalam kondisi kritis saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM).
Warga mengaku trauma dan tidak berani keluar rumah selama peristiwa berlangsung, yang disebutkan berjalan cukup lama. Mereka baru berani muncul setelah situasi reda, menjelang pagi hari. Galimun juga menyatakan bahwa pelaku diduga adalah mahasiswa pendatang, bukan asli Malang, dan menambahkan bahwa insiden serupa bukan pertama kali terjadi di area tersebut.
“Jumlah mereka banyak, mahasiswa dari luar Malang. Kalau mahasiswanya sepertinya bukan asli Malang,” bebernya.
Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa penyebab tawuran masih dalam tahap penyelidikan mendalam.
“Terkait pemicunya apa kami masih lakukan penyelidikan, untuk korban dari kedua belah pihak. Satu meninggal dunia serta dua luka-luka,” kata Anang.
Polisi kini tengah mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengungkap motif serta mengidentifikasi semua pelaku yang terlibat dalam insiden yang kembali mencoreng dunia kampus dan menimbulkan duka bagi keluarga korban tersebut. (***)










Leave a Reply