PWI JATIM – Layanan Bus Trans Jatim koridor Malang menjadi primadona baru transportasi umum di tengah membanjirnya wisatawan selama libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Baru sebulan lebih beroperasi, moda transportasi ini telah mencatatkan okupansi mengesankan sekaligus menghadapi tantangan antrean panjang di sejumlah halte strategis.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, sejak peresmiannya pada 20 November 2025 lalu, okupansi bus koridor Malang telah mencapai 80 persen atau setara dengan 83.000 penumpang. Angka ini diprediksi akan terus melonjak seiring puncak arus liburan Nataru, didorong oleh tingginya kedatangan wisatawan yang menggunakan kereta api.
“Jumlah kunjungan wisatawan dengan menggunakan transportasi kereta api akan berdampak positif pada okupansi pengguna Bus Trans Jatim,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, Kamis (25/12/2025).
Fakta di lapangan membenarkan proyeksi tersebut. Hingga pukul 13.15 WIB pada hari yang sama, tercatat sebanyak 2.008 penumpang telah menggunakan layanan ini. Kepadatan penumpang terpantau tidak hanya di titik integrasi seperti Stasiun Malang, tetapi juga di terminal utama dan kawasan heritage. “Kami lihat kepadatan penumpang, beberapa di antaranya ada di Terminal Hamid Rusdi, Terminal Madyopuro, dan beberapa halte seperti Kayutangan Heritage,” jelas Widjaja.
Antrean Berjam-jam dan Tarif Terjangkau Jadi Daya Tarik
Antusiasme masyarakat dan wisatawan ternyata harus dibayar dengan kesabaran mengantre. Widjaja mengakui bahwa beberapa penumpang rela mengantre cukup lama karena bus yang melintas sering kali telah penuh, terutama yang menuju destinasi wisata utama seperti Kota Batu.
“Bahkan, mereka rela antre berjam-jam… Paling banyak tujuan ke Kota Batu,” tambahnya. Menurutnya, daya tarik utama layanan ini adalah tarifnya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi lain.
Kehadiran Trans Jatim diharapkan tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga menjadi solusi mengurangi kemacetan. “Adanya Trans Jatim mudah-mudahan dapat membantu mempermudah wisatawan. Di samping itu juga mengurangi angka kepadatan kendaraan pribadi di titik-titik rawan kemacetan,” harap Widjaja.
Respons Positif dari Pengguna
Salah satu penumpang, Anya Widya, mengaku merasakan langsung manfaat kehadiran bus ini. Selain tarif yang ramah bagi kantong pelajar dan wisatawan, kenyamanan menjadi nilai tambah. “Meskipun harus antre, kami tetap menyambut baik hadirnya Trans Jatim. Jadi kalau di Malang kami (wisatawan) lebih berhemat untuk ongkos mobilitas,” kata Anya.
Pembukaan koridor Malang ini seakan menjawab kebutuhan transportasi massal yang terintegrasi dan terjangkau di kawasan metropolitan Malang Raya. Di tengah antusiasme tinggi dan antrean yang menjadi “tantangan keberhasilan” awal, Bus Trans Jatim membuktikan dirinya sebagai tulang punggung mobilitas baru yang vital selama momen liburan massal. (***)










Leave a Reply